Desakan Wali Murid, Dikpora Dompu Aktifkan Kembali KBM Tatap Muka
Kabid Dikdas Dinas Dikpora Dompu, Zainal Afrodi
DOMPU. MEDIA AMANAT– Pandangan wali murid terhadap tidak efektifnya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara daring membuat Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) Kabupaten Dompu memberlakukan kembali belajar tatap muka dengan syarat tetap mematuhi protokol kesehatan.
Menurut Kabid Dikdas Dikpora Dompu, Zainal Afrodi SPd MM terhitung sejak, Senin (16/11/20), kegiatan belajar mengajar tatap muka atau luring mulai diberlakukan kembali. Namun masih dalam tahap simulasi dan situasi pandemi, sehingga protokol kesehatan tetap dijalankan. Saat ini baru ada empat sekolah yang diberlakukan simulasi luring. Yaitu SD IT Al-Hilmi, SD IT Imam Bukhori, SDN 1 Dompu, dan SDN 2 Dompu.
“Terkait kebijakan ini, kami sudah koordinasi dengan kepala UPT di masing-masing wilayah kecamatan untuk kemudian melakukan rapat koordinasi dengan kepala sekolah dan pihak puskesmas tiap wilayah,” jelas Zainal Afrodi saat diwawancarai di ruangannya, Selasa (17/11/20).
Sementara itu salah seorang wali murid, Wahyudin berpendapat, sistem KBM secara daring sejauh ini tidak seefektif pertemuan tatap muka. Ia juga khawatir jika sistem daring terus diberlakukan, akan berimbas pada kurangnya sosialisasi anak dengan teman sebaya, kecanduan bermain gadget, bahkan sampai dengan degradasi moral. Hal itu yang kemudian menjadi perhatian Dinas Dikpora untuk mengambil langkah penting.
Selain itu, kembali diberlakukannya sistem luring juga menciptakan kontra di kalangan beberapa wali murid yang merasa anaknya lebih baik disekolahkan dengan sistem daring.
Menanggapi persoalan tersebut, rupanya pihak Dinas Dikpoora memberikan kewenangan kepada setiap wali murid untuk memilih sistem KBM yang diinginkan.
“Kami beri kewenangan setiap wali murid untuk memilih sistem pembelajaran yang diinginkan. Kami juga telah menghimbau pada guru untuk langsung menindaklanjuti keinginan wali murid tersebut,” pungkas Zainal Afrodi.(CR.yy)