Puskesmas Dobar Klarifikasi Terkait Keluhan Pasien Covid-19

 Puskesmas Dobar Klarifikasi Terkait Keluhan Pasien Covid-19

Kepala UPTD Puskesmas Dobar, Mujakir SKM

DOMPU, MEDIA AMANAT-Pihak UPTD Puskesmas Dompu Barat (Dobar) akhirnya memberi klarifikasi terkait keluhan pasien positif Covid-19, N seperti yang sudah dilansir media ini, Sabtu (19/12/20) lalu.

 

Kepala UPTD Puskesmas Dobar, Mujakir SKM yang ditemui di ruang kerjanya, Selasa (22/12/20) menjelaskan, pihaknya selama ini telah melakukan penanganan pasein Covid-19 sesuai SOP. Sebab pasien N yang telah mereka ijinkan pulang ke rumahnya ketika baru diisolasi di gedung Sanggilo pada saat itu sudah mencapai 10 hari dinyatakan posistif covid berdasarkan hasil uji swab.

 

Dijelaskan Mujakir, berdasarkan aturan terbaru, bagi pasien covid dengan kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) sudah bisa dinyatakan sembuh ketika telah melewati minimal 10 hari dan maksimal 14 hari setelah dilakukan uji swab.

 

“Ibu N itu kan tepat saat berada di Sanggilo sudah 10 hari melewati hasil uji swab dan melakukan isolasi mandiri di rumahnya. Sehingga oleh tenaga medis dia diijinkan pulang,” jelas Mujakir.

 

Kemudian ditambahkannya, mengapa pihaknya mengharuskan yang bersangkutan untuk datang ke gedung Sanggilo padahal sedang menjalani isolasi mendiri di rumahnya. Sebab di tempat itu pasien selain didata dan diberikan penyuluhan, juga dibekali obat selama beristirahat di rumahnya.

 

“Bagai mana kami bisa memberikan laporan, penyuluhan serta pencatatan hingga dibuatkan surat sehatnya kalau tidak datang di gedung Sanggilo,” tandas Mujakir yang mengakui pihaknya memang ada keterlambatan memberikan surat sehat pada yang bersangkutan karena alasan teknis.

 

Namun kelemahan itu sudah mereka benahi dengan mengambil alih kebijakan untuk menerbitkan surat sehat. Karena sebelumnya surat tersebut diterbitkan oleh pihak Dikes.

 

Ia juga menyayangkan jika pihaknya dinilai lalai dalam menjalankan protap Covid-19, sehingga dianggap mencemarkan nama baik pasien.

 

“Justeru nama baik kami yang dicemarkan, karena dianggap tidak memperhatikan pasien. Padahal, kami sudah bekerja sesuai protap,” ucap Mujakir yang tidak ingin persoalan ini menjadi berlarut-larut.

 

Pihaknya katanya, sudah berkoodinasi dengan sekolah tempat pasein mengabdikan diri sebagai seorang ibu guru. Bahkan di sekolah itu telah dilakukan penyemprotan disinfektan.(CR/yy)

Related post