Menguak Misteri Kawasan Ompu Helo

 Menguak Misteri Kawasan Ompu Helo

Inilah kawasan Ompu Helo yang diyakini masyarakat banyak ‘penunggunya’

DOMPU, MEDIA AMANAT-Bagi masyarakat Desa Matua, Baka Jaya, Nowa, dan Kelurahan Monta Baru dan sekitarnya di Kecamatan Woja bila disebutkan nama Ompu Helo pastinya pikiran mereka tertuju pada satu tempat yang selama ini memang cukup terkenal keangkerannya.

Wilayah yang berada di perbatasan antara Dusun Rasanggaro Barat di bagian timur dengan Dusun Buncu di bagian barat pada Desa Matua itu menurut cerita adalah tempat di mana banyak mahluk tak kasat mata yang mendiaminya.

Masyarakat rupanya sudah terbiasa menamai lokasi itu dengan nama Ompu Helo. Sebab menurut cerita, lokasi itu dulunya didiami sesorang yang bernama Dahlan atau Hala dan isterinya Wa’i Nasi yang kemudian dipanggil Ompu Helo. Meskipun lokasi yang di belakangnya terdapat aliran sungai itu sudah berkali-kali berganti kepemilikan. Namun tetap saja orang menamai kawasan itu dengan Ompu Helo.

Di lokasi itu dulunya tumbuh sebuah pohon mangga besar yang di sebelahnya ada selokan menuju sungai yang cukup dalam dan rimbun. Tapi pohon mangga itu sekarang sudah tidak ada di tempatnya karena telah tumbang.

Bagi masyarakat yang lahir di bawah tahun 1980 mengetahui persis keangkeran wilayah yang berada di jalan negara tersebut. Apa lagi wilayah itu dulunya agak jauh dari perkampungan warga.

Berdasarkan pengalaman sejumlah masyarakat, dulu di tempat itu konon sering kali muncul mahluk aneh yang menakuti warga. Bahkan tidak sedikit yang mengganggu perjalanan hingga memaksa kendaraan roda dua seperti motor dan sepeda pancang dihentikan oleh ulah mahluk aneh yang bisa mengapit ban kendaraan. Tidak jarang juga warga yang melintas tiba-tiba lari tunggang langgang setelah melihat kemunculan mahluk di tempat yang terlihat angker ditambah pada perbatasan dua dusun itu sangat sepi. Peristiwa itu biasanya terjadi pada malam hari.

Salah seorang masyarakat Desa Baka Jaya, Burhan menuturkan, di era 80-an kebawah banyak warga yang melihat keanehan di lokasi itu, sehingga bila malam hari mereka tidak berani lagi melintasi jalan satu-satunya dari dan menuju kota Dompu tersebut. Apa lagi masa itu masih sangat jarang kendaraan yang lewat. Bila terpaksa, mereka harus melintas beramai-ramai.

Pada saat ini saja maskipun lokasi itu telah ramai karena sudah ada warga yang tinggal dan membangun rumah, namun sesekali masyarakat masih melihat kemunculan mahluk tak kasat mata.

Salah satunya dialami oleh seorang warga Desa Matua awal tahun 2020 yang mengaku melihat sosok wanita memakai pakaian serba putih saat melintas sekitar pukul 00.30 wita menggunakan kendaraan roda. Melihat mahluk aneh itu ia spontan menurunkan laju kendaraan agar tidak menabrak wanita berjubah yang tiba-tiba memotong jalan. Sementara rekannya yang ia bonceng baru mengetahui peristiwa itu setelah ia menceritakannya usai melewati jalanan sepi tersebut.

Sementara itu, berdasarkan penuturan, Junaidin Ismail SH yakni warga yang tinggal di lokasi itu, sejauh ini mereka belum pernah bertemu dengan mahluk tak kasat mata yang diketahui mendiami lokasi di sekitar itu. Meski demikian, ia meyakini tempat itu merupakan lokasi yang angker dan ada penunggunya. Termasuk yang ada di belakang dan samping barat kediamannya.

“Memang di tempat itu cukup angker. Tapi kami belum pernah melihat mahluk aneh apa lagi diganggu. Mungkin kami ini dianggap sesama penghuni tempat itu,” kata salah seorang pengacara di Dompu yang menetap di lokasi itu sejak 1995 silam.

Masih menurut pria yang membangun rumah persis di sisi barat lokasi terkenal itu mengemukakan, mereka tidak pernah takut dengan cerita yang berkembang di masyarakat sejak mendiami tempat itu.

“Meskipun kami keluar rumah tengah malam, kami tidak pernah takut,” tandasnya.(*/mr)

Related post