Masyarakat Baka Jaya Keluhkan Mahalnya Anggaran Pembuatan Gapura

 Masyarakat Baka Jaya Keluhkan Mahalnya Anggaran Pembuatan Gapura

Salah satu gapura yang dibangun pihak Desa Baka Jaya

DOMPU. MEDIA AMANAT – Masyarakat Desa Baka Jaya Kecamatan Woja Kabupaten Dompu mengeluhkan besarnya anggaran yang digelontorkan pihak aparat desa dalam pembuatan gapura.

Berdasarkan informasi yang dihimpun mediaamanat.com, biaya untuk membuat satu unit gapura yang tersebar pada empat lokasi berbeda masing-masing Rp13 juta. Sementara gapura induk yang menuju kantor desa dibangun dengan biaya Rp.16 juta.

Seorang aktivis sekaligus mewakili suara masyarakat Desa Baka Jaya, Gunawan pada media ini mengeluhkan nominal tersebut. Menurut perhitungannya pembuatan gapura itu tidak akan mencapai angka Rp.13 juta hingga Rp.16 juta. Karena katanya, bahan baku dari pembuatannya hanya berupa besi biasa, cat, semen untuk dasar, dan biaya las saja.

“Sangat tidak rasional pembuatan gapura dengan bahan baku besi biasa mencapai angka Rp.16 juta.” ujar Gunawan.

Menanggapi hal itu, Kades Baka Jaya, Umar H Abakar saat dikonfirmasi menjelaskan, nominal pembuatan gapura tersebut memang tidak masuk akal bila tidak diketahui perinciannya. Katanya, angka tersebut tinggi karena biaya pembangunan sudah termasuk pajak, biaya perencanaan, dan lain sebagainya.

“Memang betul anggapan masyarakat, kalau dihitung secara keseluruhan, angka tersebut sangat besar, tidak sesuai dengan fisik gapura. Tapi itu semua sudah termasuk pajak, biaya perencanaan, PPKD, dan lain sebagainya.” jelas Umar.

Selanjutnya ia menjelaskan, ada lima titik pembangunan gapura di Desa Baka Jaya, satu gapura induk dengan biaya pembangunan 16 juta, dan empat lainnya 13 juta.

“Biaya pembangunan sudah kami tempelkan di papan informasi pada tiap-tiap gapura. Gapura induk (samping masjid) mengenai angka 16 juta karena dia lebih besar dari empat gapura lainnya. Bisa dicek sendiri fisiknya.” tutup Kades Baka Jaya.(tyo)

Related post