Jenazah TKI Asal Desa Nowa Sedang Dalam Proses Pemulangan
Kadis Nakertrans Kabupaten Dompu, Abdul Sahid SH
DOMPU, MEDIA AMANAT-Pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu bersama Pemprov NTB rupanya terus berupaya memulangkan jenazah, Abdan TKI Asal Dusun Wawo Timur Desa Nowa Kecamatan Woja yang dikabarkan meninggal dunia dalam perawatan di salah satu rumah sakit di Pontianak- Kalimantan Barat.
Kapala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Dompu, Abdul Sahid SH yang dikonfirmasi, Senin (11/01/21) mengungkapkan, pada saat ini upaya pemulangan jenazah TKI yang berekja sebagai buruh kelapa sawit tersebut sedang dalam proses administrasi.
Dikatakan mantan Kabag Humas Setda Dompu ini, proses pemulangan jenazah almarhum Abdan telah dilakukan secara lintas sektor. Baik dengan pihak Pemprov NTB maupun pihak pemerintah Kalimantan Barat.
Sejauh ini, kata Sahid, pihaknya melakukan upaya pemulangan jenazah dengan cara sharing dana dengan Pemprov NTB. Caranya yakni pihak Pemprov menyanggupi anggaran dari Kalimantan ke Mataram menggunakan pesawat terbang. Sementara pihak Pemkab Dompu akan menanggung dana dari Mataram menuju kampung halamannya meggunakan mobil ambulance. Ia memperkirakan jenazah TKI malang itu akan tiba di kediamannya, Rabu lusa. Sebab informasinya, Selasa besok baru diterbangkan dari Pontianak menuju Mataram.
“Lusa (Rabu, red) diperkirakan jenazah Abdan sudah bisa sampai di rumah orang tuanya,” kata Sahid sembari mengucapkan apresiasi bagi semua pihak yang selama ini memberi dukungan dan menaruh perhatian atas nasib almarhum.
Kepastian pemulangan Abdan juga dibenarkan, Syarifuddin SIP yang merupakan salah satu stafnya yang terus intens berkomunikasi dengan keluarga almarhum.
“Kemungkinan lusa (Rabu, red) jenazah Abdan baru tiba di rumah orang tuanya. Sebab informasinya, Selasa bosok baru diterbangkan dari Pontianak,” jelas Syarif yang saat dikonfirmasi berada di kediaman orang tua Abdan.
Untuk diketahui, sebagaimana yang dilansir media ini beberapa kali, Abdan diketahui menderita sakit keras di Malaysia. Saudara dan teman-teman seperjuangannya di sana saat itu sangat kesulitan membawa yang bersangkutan untuk berobat. Sebab pasportnya sudah hilang.
Hanya saja, pihak KJRI Negara Bagian Kuching cepat tanggap dan membawanya ke sebuah rumah sakit untuk diobati hingga membantu proses agar bisa keluar dari negara jiran Malaysia.
Sayangnya, saat sudah berada di Kalimantan Barat dan dalam proses penanganan medis, ia menghembuskan nafas terakhir, Jumat lalu sekitar pukul 14.00 waktu setempat.(mr)