Debat Publik Paslon Bupati Wakil Bupati Dompu Patuhi Protokol Covid-19
DOMPU. MEDIA AMANAT-Pelaksanaan debat publik pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Dompu putaran pertama, Rabu (04/11) di Gedung Paruga Sama Kai dilaksanakan berdasarkan ketentuan Inpres nomor 06 tentang protokol kesehatan Covid-19. Selain seluruh pasangan calon dan moderator mengenakan masker, undangan juga mmematuhi protap tersebut, termasuk para awak media.
Sebelum memasuki ruang debat, seluruh undangan juga diwajibkan mencuci tangan yang disediakan panitia di pintu masuk gedung. Pihak panitia mengawasi seluruh peserta dan undangan yang hadir dan mastikan telah mengikuti protocol kesehatan yang sudaah ditentukan.
Debat publik perdana yang dipandu, Khurriyah yang merupakan dosen di Universitas Indonesia itu mengusung tema Reformasi Birokrasi, Pendidikan, Kesehatan dan Narkoba. Kegiatan itu sendiri hanya dihadiri tidak lebih dari 50 orang yang tempat duduknya diatur berjarak dalam ruang gedung yang kapsitasnya bisa menampung hingga ribuan orang.
Untuk diketahui, tim pakar dalam debat publik pasangan calon Bupati Wakil Bupati Dimpu ini yakni, Prof DR H Masnun (Akademisi/UIN Mataram), Brigjen Gde Gianyar (BNN), Dr Dodi (IDI), Suhardi Suud, dan DR Ibnu Khaldun (Rektor Taman Siswa Bima).
Berdasarkan pantauan langsung koran ini di lapangan, debat putaran pertama ini kelihatan kurang menarik. Pasalnyya, kemampuan sebagian Paslon tidak dieksplor lebih jauh. Malah kelihatn banyak yang hanya membaca teks visi –misi dan program yang telah mereka persiapkan. Selain itu, tidak maksimalnya sound system juga menjadi kendala tersediri pada saat debat.
Penyampaian visi-misi sendiri diawali Paslon nomor urut 1, yakni, Hj Eri Aryani-H Ihtiar SH yang menggambarkan rencana terwujudnya masyarakat yang religius dan sejahtera dengan visi meningkatkan pendidikan dan kesehatan. Kemudian penyampaian visi-misi diberikan kepada paslon nomor urut 2, Abdul Kader Jaelani yang mengedepankan visi terwujudnya masyarakat yang sejahtera.
Sedangkan pasangan calon Bupati nomor urut 3, Syaifurrahman Salman-Ika Rizky Veryani (SUKA) menjadi penyampaian visi misi penutup dalam debat ini. Paslon nomor tiga menyebut visinya adalah terwujudnya masyarakat Dompu yang religius, sehat dan sejahtera. Kegiatan yang digelar selama 120 menit tersebut berakhir hingga pukul 23.00 wita.
Sementara pengamanan di luar gedung dilakukan secara berlapis oleh aparat keamanan gabungan dari Polri dan TNI. Jalan protokol yang berada di depan gedung Sama Kai ditutup mati sejak pukul 18.00 wita hingga berakhirnya kegiatan.(mr)