Debat Publik Paslon Bupati Dompu Diakhiri Deklarasi Pilkada Damai

 Debat Publik Paslon Bupati Dompu Diakhiri Deklarasi Pilkada Damai

Tiga Paslon Bupati Dompu saat mendeklarasikan Pilkada Damai usai gelaran Debat Publik di gedung DPRD Dompu, Jumat (04/12/20)

DOMPU, MEDIA AMANAT- Tiga Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Dompu, Jumat (04/12/20) malam kembali mengadu visi, misi, dan program dalam gelaran debat publik. Kegiatan yang digelar di Ruang Utama gedung DPRD Dompu yang dipandu moderator berpengalaman, Dr H Ferry Kurnia Rizkiyansyah diakhiri dengan deklarasi Pilkada damai.

 

Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Dompu, Drs Arifuddin dalam sambutan singkatnya mengungkapkan, kegiatan debat publik merupakan bagian penting dari masing-pasing Paslon untuk menjabarkan visi, misi dan programnya bila dipercaya memimpin daerah lima tahun kedepan.

 

Ia berharap masyarakat Dompu khususnya bisa menilai program yang ditawarkan Paslon, kemudian menentukan pilihannya sesuai hati nurani. Sehingga susksesi lima tahunan di daerah ini dapat berlangsung secara demokratis dengan mengedepankan stabilitas daerah serta mematuhi protokol Covid-19.

 

Berdasarkan pantauan langsung Media Amanat.com di arena debat, kegiatan yang mengambil tema ‘ mewujudkan kesejahteraan masyarakat Dompu berbasis lingkungan, pertambangan, dan sosial ekonomi’ sedikit labih baik dari debat publik pertama yang digelar, 4 November lalu.

 

Masing-masing Paslon diberi kesempatan untuk memaparkan visi, misi, dan program yang kemudian saling bertanya dan menjawab tanggapan Paslon lain. Kegiatan debat publik pamungkas yang digelar hingga pukul 23.00 wita tersebut dibagi dalam enam sesi. Masing-masing Paslon diberi kesempatan dan waktu yang sama dalam setiap sesinya.

 

Untuk diketahui, tiga paslon yang berlaga pada Pilkada serentak, 9 Desember nanti, yakni, Paslon nomor urut 1, Hj Eri Aryani Abubakar-H Ihtiar SH. Kemudian nomor urut 2, Kader Jaelani- H Syahrul Parsan ST MT, dan nomor urut 3, H Syaifurrahman Salman-Ika Rizky Veryani.

 

Kegian itu sendiri mendapat pengamanan ketat dan berlapis aparat gabungan dari TNI-Polri yang melokalisir arena debat. Sehingga tidak seorangpun di luar yang berkepentingan bisa masuk ke arena debat. Selain itu, protokol Covid-19 diterapkan secara ketat. Selain diwajibkan memakai masker, seluruh peserta dan undangan yang hadir diharuskan mencuci tangan dengan sabun yang sudah disiapkan pihak penyelenggara dan dicek suhu badannya sebelum masuk ke ruang debat.(mr)

Related post