Menyingkap Mistis di Gunung Tambora

 Menyingkap Mistis di Gunung Tambora

Kawah di puncak gunung Tambora

DOMPU. MEDIA AMANAT – Kisah mistis gunung Tambora datang dari 11 pendaki lokal Dompu yang baru-baru ini turun dengan selamat setelah berhasil menaklukkan puncak gunung yang meletus hebat tahun 1815 silam. 

ini lah 11 Pendaki asal Desa Baka Jaya Kecamatan Woja yang baru-baru ini berhasil menaklukkan puncak Tambora

Selama empat hari di atas gunung, yakni sejak, 17 hingga 20 Mei 2021, beberapa pendaki di antara rupanya mengalami kejadian tak menyenangkan yang diduga berasal dari penghuni gunung (mahluk tak kasat mata).

Kisah pertama datang dari pendaki asal Desa Baka Jaya Kecamatan Woja Kabupaten Dompu, Tyo (24). Saat itu, ia dan 10 temannya tersebut menggunakan mobil Kijang warna putih sebagai alat transportasi menuju gunung Tambora. Kendaraan mini bus tersebut usut punya usut adalah bekas ambulance milik Pemkab Dompu yang sudah tidak difungsikan lagi.

Ketika melewati lereng gunung, dari dalam mobil ia tiba-tiba mendengar ada suara teriakan yang seolah memanggil mereka. Menurut pendengarannya, suara itu adalah milik seorang perempuan, dan sepertinya berasal dari jarak yang cukup jauh. Namun, bukannya semakin menghilang, justeru suara tersebut masih terdengar sama seperti jarak semula selama mereka menempuh perjalanan.

“Saat itu mobil kami sedang melaju, bukannya menghilang, justeru suara mungil wanita yang memanggil tersebut tetap stabil, seolah mengikuti rombongan kami sambil teriak dengan bahasa yang tidak saya pahami.” jelas Tyo.

Saat itu, ia berusaha tenang dan memilih tidak menceritakan kepada teman-temannya, agar tidak muncul rasa takut maupun khawatir selama berpetualang mendaki hingga puncak gunung.

Sesampainya di tempat parkiran, rombongan tersebut barulah memulai perjalanan sesungguhnya. Dalam perjalanan dari parkiran menuju post empat gunung Tambora, suasana masih biasa-biasa saja, dan saat itu langit masih cerah.

Ketika menuju post lima barulah beberapa di antara pendaki tersebut mengalami kejadian tak mengenakkan. Saat itu, langit mulai gelap, pandangan kian redup, dan tiap anggota rombongan mulai berjarak antara satu dengan yang lainnya.

Salah satu anggota dari 11 pendaki yang juga berasal dari Desa Baka Jaya Kecamatan Woja, Anton (30), saat melewati jalur setapak yang samping kiri kanannya adalah semak belukar dan jurang, seketika jalur yang akan ia lewati dipotong mahluk tak kasat mata. Katanya mahluk tersebut seperti bayangan hitam yang melaju cepat dengan arah horizontal menuju jurang.

“Sontak saya langsung menyauti teman saya yang berjarak sekitar 20 meter di depan, dengan alasan meminta pencahayaan dari senter yang ia pegang.” kata Anton.

Selanjutnya, masih dalam perjalan menuju post lima, pencahayaan senter kian redup, suasana semakin gelap mencekam, dan rombongan masih berjarak.

Kali ini, kejadian horor dialami, Wira (27). Tepat saat memasuki post lima, jalan di depannya buntu, dipenuhi semak belukar, dan juga tidak ada plang sebagai petunjuk arah menuju puncak.

Ia sempat kebingungan mencari jalan, hingga akhirnya melihat sosok tinggi hitam berdiri di jalan buntu yang berada tepat di depannya. Sontak ia ketakutan dan memanggil rekannya yang ada di belakang untuk segera menghampirinya.

Namun bukannya menghilang, mahluk itu justeru menunjuk ke arah kanan bawah seolah memberikan isyarat kepadanya bahwa rombongan ada di sana.

Benar saja, ternyata di sebelah kanan, terdapat jalur yang rekan-rekannya tadi lalui, dan tepat di bibir sungai, teman-temannya sudah mendirikan tenda serta menyalakan api unggun.

“Sosok itu mengangkat tangan kirinya, dan menunjuk kearah kanan bawah, seolah memberitahu bahwa rombongan saya ada di sana.” jelas Wira.

Sehari sesudahnya, setelah berhasil sampai ke puncak gunung Tambora, mereka memutuskan turun. Karena hari mulai gelap, dan persediaan senter sudah tidak memungkinkan, akhirnya rombongan memilih untuk bermalam di post satu, guna menghindari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan.

Ternyata, di post tersebut hal supranatural kembali dialami Tyo. Saat itu, sekitar pukul 20:10 wita, ia tengah melaksanakan sholat. Ternyata tepat di sebelah kanan saung yang ia pijaki, ada sosok hitam pendek dengan rambut sebahu mengembang yang sedang memandanginya.

“Baru rakaat pertama, seketika mata saya melirik kearah kanan, tepat di tempat mahluk itu berdiri. Ia seakan mengamati apa yang sedang saya kerjakan.” terang Tyo.

Atas kejadian itu mereka justeru berspekulasi bahwa hal-hal di luar nalar yang mereka temui selama kegiatan pendakian puncak Tambora ada kaitannya dengan kendaraan yang mereka tumpangi. Sebab kendaraan tersebut merupakan bekas mobil ambulance yang sudah tidak terhitung membawa mayat selama dioperasikan pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu.

“Mungkin yang mengikuti kita itu mereka yang memang ada di dalam mobil ambulance. Sebab sudah banyak orang yang meninggal yang diantar menggunakan mobil tersebut,” kata Yadi berspekulasi.(Mory Setyo Wibowo)

Related post