Remaja Gangguan Jiwa Tersengat Aliran Listrik Hingga Tewas di Ladang

 Remaja Gangguan Jiwa Tersengat Aliran Listrik Hingga Tewas di Ladang

DOMPU, MEDIA AMANAT.Nasib malang menimpa, RD (17). Warga Dusun Nanga Doro Desa Hu’u Kecamatan Hu’u Kabupaten Dompu (NTB) itu meregang nyawa di ladang jagung So Sori Tante Kecamatan Hu’u diduga tersengat arus listrik di ladang jagung milik, SB (34).

Korban yang menurut keluarganya memiliki gangguan jiwa, mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuhnya akibat tersengat arus listrik.

Berdasarkan informasi dari Humas Polres Dompu, peristiwa mengenaskan itu awalnya diketahui, SB, Jumat (01/10/21) sekira pukul 09.00 wita saat SB mengontrol tanaman jagung di ladangnya, ia kaget melihat seseorang yang saat itu diketahui sudah tak bernyawa ditemukan dalam keadaan telungkup.

Mengetahui hal itu SB memberitahukan kepada pemilik ladang yang berdekatan dengan ladangnya yaitu Fadli dan Mujahidin. Karena merasa takut, selanjutnya SB meminta tolong kepada Fadli untuk mengantarnya ke Mapolsek Hu’u guna mengamankan diri, sedangkan Mujahidin menuju perkampungan untuk mengabarkan kepada pihak keluarga.

Sesaat kemudian Kapolsek Hu’u, Ipda M Nor Kurniawan bersama anggotanya dan dibantu masyarakat setempat mengevakuasi mayat dan dibawa ke rumah neneknya, selanjutnya diantar ke Puskesmas setempat untuk dilakukan visum.

Berdasarkan hasil visum menjelaskan, RD mengalami luka bakar di jari kaki kiri, luka lecet di betis kiri dan kanan, luka bakar dalam di bagian punggung serta luka bakar di bagian wajah. Selanjutnya mayat RD dibawa ke rumah orang tuanya di Lingkungan VI Donggoana Kelurahan Monta Baru Kecamatan Woja.

Tak lama kemudian tim inafis Satuan Reserse Kriminal Polres Dompu tiba di TKP dan melakukan olah TKP.

Di hadapan pemeriksa SB menjelaskan, kabel aliran listrik itu ia sambung pada mesin genset ladang milik Fadli berjarak sekitar 100 meter. Lebih lanjut SB mengatakan bahwa kabel aliran listrik yang melintang tersebut sekitar 40 cm di atas permukaan tanah.

Kapolsek Hu’u mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus tersebut dan akan segera memeriksa saksi-saksi untuk proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,

“Kami akan mendalami kasus ini, saksi saksi akan segera diperiksa untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut,” ungkapnya.

Sementara itu, dari pihak keluarga menjelaskan bahwa malam harinya. Yakni, Kamis (31/12/20) sekira pukul 21.30 wita, RD berada di rumah bibinya untuk makan malam. Usai makan RD keluar rumah tanpa sepengetahuan seisi rumah. Dijelaskan pula bahwa RD mengalami gangguan jiwa dan sering tidur di gubuk ladang milik warga setempat.(mr)

Related post