Musim Kemarau, Suhu Malam Panas, Berikut Penjelasan Ahli
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Kota Bima, Topan Primadi
KOTA BIMA. MEDIA AMANAT – Memasuki musim kemarau, biasanya kondisi suhu udara pada malam hari dingin, namun sejak kurang lebih satu pekan terakhir justeru masyarakat mengalami kepanasan, tidak seperti musim kemarau biasanya.
Menyikapi hal itu, Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Kota Bima, Topan Primadi, Senin (24/05/2021) menjelaskan, biasanya, di musim kemarau, awan di atas permukaan bumi sedikit, sehingga pada siang hari bumi langsung menyerap panas dari matahari.
Kemudian, pada malam hari, ketika bumi mengeluarkan energi yang diserap tadi ke langit, tidak ada awan yang menghalangi, yang mana energi panas tersebut langsung menuju ke atmosfer, hal itu mengakibatkan suhu pada malam hari sejuk dan dingin.
“Namun sekarang berbeda, diperkirakan masih ada partikel-partikel awan pada malam hari yang tidak menyebabkan hujan, dan menghalangi pelepasan energi bumi ke atmosfer, hal itu menyebabkan malam hari sedikit gerah atau panas.” jelas Topan.
Sebaliknya, di musim hujan, awan yang ada di permukaan bumi justeru lebih banyak, sehingga bumi menerima sedikit paparan sinar matahari pada pagi hingga siang hari.
Namun ketika malam hari, saat bumi dan partikel-partikel di sekitar mengeluarkan energi yang berhasil diserap pada pagi hingga siang hari ke langit, justeru terhalang awan dan tidak langsung ke atmosfer. Sehingga suhu udara yang ada di bumi sedikit panas atau gerah.(tyo)