Jatuh di Jurang, Satu Pendaki Gunung Rinjani Tewas
korban tewas di gunung Rinjani
KLU, MEDIA AMANAT. Nasib malang dialami, Muhammad Fuad Hasan. Mahasiswa yang beralamat di Sawah Pulo Wetan 4/10, Rt 010, Re 012 Desa Ujung Kecamatan Semampir Kota Surabaya Provinsi Jawa Timur itu ditemukan tewas, Ahad (03/01/21) setelah terjatuh pada jurang di sekitar danau Segar Anak.
Mayat warga Bangkalan-Madura itu ditemukan tim evakuasi gabungan setelah dua hari tergeletak di dalam jurang. Tim gabungan terdiri dari anggota Polres Lotara, Koramil Bayan, TNGR Senaru dan Basarnas berhasil menemukan, Jumat tanggal 01 januari 2021, sekitar pukul 21.00 wita.
Berdasarkan informasi dari jajaran Polda NTB, kronologis kejadian yang menimpa pendaki malang itu, yakni, Kamis (31/12/20) sekitar pukul 10.30 wita, korban bersama temannya M Hazazi melakukan cek in di loket pintu masuk pendakian gunung Rinjani Jebak Gawah Desa Senaru Kecamatan Bayan.
Setelah itu, sekitar pukul 11.00 wita mereka melakukan pendakian dan tiba di pos 5 Cemara pukul 18.00 wita.
Kemudian, Jumat (101/01/21) sekitar pukul 10.00 wita mereka melanjutkan perjalanan dan tiba di Pelawangan Senaru dan kemudian langsung turun menuju danau segara anak menggunakan jalur lama sekitar pukul 11.30 wita.
Setelah itu sekitar pukul 13.00 wita sekitar kilometer 7,5 di bawah Pelawangan Senaru, M Hazazi melihat korban terpeleset dan terjatuh ke tebing. Sayangnya, saat itu jarak M Hazazi dan korban sekitar 10 meter sehingga dia tidak dapat melakukan upaya penyelamatan. Terlebih lagi jarak pandang hanya 10 meter akibat kabut tipis yang menyelimuti mereka.
Setelah meliahat temanya terperosok ke jurang, M Hazazi kembali ke Pelawangan untuk mencari signal guna menghubungi petugas TNGR Senaru. Tak lama kemudian enam orang petuga TNGR Senaru datang lalu melakukan pencarian korban. Hari pertama pencarian tepatnya, Sabtu (02/01/2020) petugas TNGR belum menemukan korban.
Upaya pencarian terus dilakukan petugas TNGR di bantu Pihak Kepolsian Polres Lombok Utara, dan berhasil menemukan korban, Ahad (03/01.21) sekitar pukul 05.00 wita tergelatak di dalam jurang dalam keadaan sudah tidak bernyawa lagi.
Selanjutnya jenazah korban langsung di evakuasi dan di bawa ke Puskesmas Senaru untuk dilakukan pemeriksaan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas puskesmas, disekitar tubuh korban terdapat luka sobekan di keningnya dan lebam di panggulnya, dan sebagian lagi terdapatbkuka lecet di bagian pinggangnya, semua luka tersebut di duga kuat akibat terjatuh di dalam jurang tersebut.
“Merunut dari cerita saksi dan berdasarkan luka yang terdapat di sekujur tubuh korban, murni meninggalnya korban akibat kecelakaan, terlebih lagi dia jatuh kejurang dengan kedalaman 100 meter,” jelas Kapolres Lotara AKBP Feri Jaya Satriansyah, SH Melalui Kapolsek Bayan IPDA Sugi Jaya SH.
Selanjutnya korban langsung dibawa oleh pihak perwakilan keluarga ke Rumah Sakit Kota Mataram untuk mengurus proses pemulangan jenazah ke daerah asalnya.
“Keluarga sudah ikhlas menerima kematian korban dan menganggap itu sebagai musibah dan menolak untuk di lakukan autopsi,” tutup Kapolsek.(mr0