Pasien Diduga Positif Covid Sesalkan Kinerja Nakes Dompu
DOMPU, MEDIA AMANAT-Salah seorang warga Dompu yang diduga terpapar Covid-19 menyesalkan kinerja tenaga kesehatan (Nakes) yang dinilainya tidak profesional dalam menjalankan tugas. Saat diisolasi di gedung Sanggilo yang berada di Desa Matua ia bahkan tidak ditangani secara medis. Malahan ia diijinkan pulang ke rumahnya tanpa pemeriksaan medis sedikitpun.
“Saya benar-benar tersiksa, saat berada di Sanggilo, oleh petugas kesehatan saya hanya didata saja tanpa penanganan medis kemudian disuruh pulang,” sesal N yang saat ini belum berani keluar dari rumahnya akibat dikucilkan.
Warga Desa Baka Jaya yang merupakan salah seorang pengajar di sebuah SD di Kecamatan Woja ini sangat menyesalkan sikap Nakes yang tidak serius menangani dirinya yang diduga terpapar virus mematikan tersebut berdasarkan hasil uji swab.
Menurut penuturannya pada media ini, yang bersangkutan mengaku telah dirapid test sebanyak dua kali ketika menjadi anggota KPPS dalam Pilkada lalu. Selama dua kali rapid test tersebut hasilnya reaktif. Sehingga dilanjutkan uji swab, 7 Desember yang hasilnya diterbitkan, Selasa (15/12/20) dan menunjukkan bahwa dirinya positif terpapar virus corona.
Untuk itu, dirinya terhitung, Kamis (17/12/20) diisolasi di gedung Sanggilo. Namun ia mengaku ada kejanggalan terhadap proses penanganan pasien covid. Pasalnya, oleh Nakes yang ditempatkan di gedung yang memang diperuntukkan bagi orang yang terpapar covid-19, ia tidak ditangani sebagaimana mestinya. Bahkan menurutnya pada hari itu juga ia disarankan untuk pulang ke rumahnya guna menjalankan isolasi mandiri.
“Pada saat itu saya heran, setelah menunggu kehadiran dokter hingga menjelang petang, saya kok dibiarkan sendiri di dalam kamar isolasi tanpa penanganan medis. Akibat merasa takut sendiri di dalam kamar, akhirnya saya keluar. Ternyata di luar banyak pasien lainnya yang dibiarkan pulang ke rumah masing-masing. Sementara saya juga saat itu disuruh pulang,” beber N yang sempat melakukan protes terhadap Nakes yang menurutnya tidak menangani pasien covid sesuai protap.
Masih menurut N, dokter yang merawat pasien covid saat itu membiarkan dirinya pulang ke rumah karena kata dokter, berdasarkan aturan bila sudah lewat 10 hari setelah dilakukan swab test dan dinyatakan positif, maka sudah tidak ada lagi virus corona pada pasien.
“Saya saat itu disuruh pulang tanpa dilakukan pemeriksaan. Dokter hanya menanyakan pada saya kapan dilakukan swab test. Sehingga setelah mengatahui sudah lewat 10 hari, saya diminta pulang ke rumah untuk melakukan isolasi mandiri. Padahal, sebelumnya saya dipaksa untuk diisolasi di gedung Sanggilo, dan mereka mengancam saya akan menjemput paksa dengan mobil khusus bila saya tidak mau ke tempat itu,” tandas N kesal.
Saat ini, katanya, ia benar-benar kecewa dan menyesal terhadap apa yang telah diperbuat oleh Nakes yang ditempatkan di gedung Sanggilo. Sebab secara psikologis ia sangat tertekan dan menjadi bulian serta dikucilkan oleh warga. Apa lagi dirinya merupakan seorang pengajar dan punya usaha bisnis yang juga harus dijalankan.
Kasus yang menimpanya ini membuat ia benar-benar kecewa dan marah. Selain dikucilkan warga, juga sekolah tempatnya mengajar terpaksa ditutup sementara, sehingga wali murid banyak yang protes karena proses belajar mengajar tidak jalan.
Ia sangat berharap agar nama baiknya segera dipulihkan, sehingga tidak terus dikucilkan oleh warga lain dalam kehidupannya di tengah masyarakat. Untuk itu, ia meminta bukti tertulis berupa surat sehat yang diterbitkan oleh pihak yang berwenang agar dirinya terbebas dari hinaan dan cibiran orang.
“Jangan biarkan saya seperti ini dikucilkan terus di kehidupan sosial. Saya minta agar nama baik saya segera dipulihkan, sehingga saya bisa kembali beraktifitas seperti biasa tanpa dikucilkan oleh orang,” pinta N
Untuk diketahui, hasil postif corona terhadap N ini berimbas cukup luas. Sebab selain menutup sementara sekolah tempat ia mengajar, juga memaksa pihak Dinas Dikpora Dompu akan melakukan rapid test terhadap seluruh guru di tingkat SD-SMP di Dompu awal 2021 ini.(mr)