SPBU Kandai Dua Kekurangan Stok BBM Bersubsidi

 SPBU Kandai Dua Kekurangan Stok BBM Bersubsidi

H. Yuhasmin MAP

DOMPU. MEDIA AMANAT-Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak (SPBU) yang terletak di Kelurahan Kandai Dua Kecamatan Woja Kabupaten Dompu mengaku saat ini mengalami kekurangan stok BBM bersubsidi. Untuk itu, mereka meminta pemerintah setempat agar dapat membantu mengupayakan penambahan jatah BBM bagi rakyat kecil itu.

 

Pengelola SPBU Kandai Dua, H Yuhasmin MAP yang ditemui di Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu, Selasa (24/11/20) mengungkapkan, pihaknya hingga akhir tahun ini hanya memiliki sisa jatah sekitar 26.000 liter BBM bersubdidi.

 

Stok sebanyak itu, lanjutnya, tidak akan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Oleh karena demikian, pihaknya meminta dukungan Pemkab Dompu agar bisa mengupayakan penambahan jatah pada Badan Pelaksana Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas).

.

Menurutnya, kebutuhan BBM bersubsidi saat ini mengalami peningkatan. Sebab ada sejumlah kegiatan yang membutuhkan penggunaan BBM yang lebih banyak. Antara lain, adanya kegiatan Pilkada, libur natal dan tahun baru, serta pemanfaatan  oleh petani yang memulai musim tanam.

 

Sekda Dompu, Drs H Muhibuddin MSi yang ditemui di ruang kerjanya usia menggelar rapat dengan pengelola SPBU Kandai Dua dan pihak Pertamina mengakui pada saat ini jatah BBM bersubsidi sudah semakin menipis. Pihaknya, lanjutnya, akan berupaya melakukan pendekatan dengan BPH Migas agar dapat menambah pasokan.

 

Ia juga mengakui terjadinya kekurangan BBM bersubsidi itu karena pada akhir tahun ini ada beberapa event besar yang membutuhkan penggunaan BBM di atas normal.

 

Sementara itu sebelumnya sejumlah warga yang tergabung dalam Komite Pimpinan Kabupaten Serikat Tani Nasional (KPK-STN)  menggelar aksi demo menyoal adanya dugaan konspirasi penjarahan BBM bersubsidi oleh pengelola SPBU Kandai Dua dengan tiga perusahaan besar di Dompu, masing-masing, PT Eka Rangga Pratama (Cakre), PT Lancar Sejati, dan PT Duni Mas.

 

KPK-STN di bawah komando, Surio Sulistyo saat menggelar aksi di pertigaan Jalan Teuku Umar Lingkungan Renda Kelurahan Simpasai Kecamatan Woja mengungkapkan, selama ini SPBU yang berada di Kelurahan Kandai Dua tersebut menyalurkan BBM bersubsidi tidak tepat sasaran. Karena memberikan pada koorporasi tiga perusahaan besar di Dompu.

 

Untuk itu, mereka mendesak BPH Migas, Mabes Polri, Polda NTB, Polres Dompu, Kejaksaan Agung, Kejati NTB, dan Kejari Dompu untuK segera membentuk Timsus atas dugaan adanya konspirasi jahat di bidang migas tersebut.

 

Selain itu, mereka mendesak Kapolri, Kapolda NTB, dan Kapolres Dompu untuk menangkap dan menindak tegas oknum pengelola SPBU di Kelurahan Kandai Dua yang  diduga menyuplai BBM bersubsidi jenis Biosolar kepada tiga perusahaan besar di Dompu itu.

 

Mereka juga mendesak BPH Migas untuk segera melaksanakan operasi patuh penyaluran BBM bersubsidi jenis Biosolar ke setiap SPBU di wilayah Kabupaten Dompu.(mr)

Related post