Promotori Aksi Demo di Desa Baka Jaya, Justru Dapat Paket Proyek

 Promotori Aksi Demo di Desa Baka Jaya, Justru Dapat Paket Proyek

ilustrasi

DOMPU. MEDIA AMANAT-Tahun 2020 lalu Ormas Permada Baja yang berada di Desa Baka Jaya Kecamatan Woja menggelar aksi demo terkait pemindahan lokasi pengeboran air bersih dan dugaan pungutan liar di pasar Wodi oleh oknum tertentu.

Belakangan mereka ketahui, aksi yang murni dilakukan untuk memperbaiki kondisi di Desa Baka Jaya itu hanya dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk mendapatkan paket proyek.

Hal itu diungkap salah seorang anggota Ormas Permada Baja, AH (24) pada media ini, Ahad (30/05/21). Ia dan anggota lainnya menduga aksi unjuk rasa yang mereka lakukan, 22 Juni 2020 silam, terkait pemindahan lokasi bor air dan dugaan pungutan liar yang terjadi di Pasar Wodi telah dimanfaatkan.

Pasalnya, mereka heran sekaligus terkejut mendengar pernyataan Kades Baka Jaya, Umar H Abakar yang mengatakan pemegang tender proyek bor air dalam di sudut lapangan bola Desa Baka Jaya itu ialah, BK, SY, dan WN yang tidak lain merupakan promotor aksi demo yang mereka lakukan tahun lalu.

“Saya kaget, orang-orang yang mengatasnamakan LSM itu kini memegang proyek-proyek yang berjalan di ruang lingkup desa. Dari kaca mata saya, ada dugaan permainan suap menyuap melalui perantara LSM yang memobilisasi kami dalam aksi.” sesal AH.

Lanjutnya, mereka merasa dimanfaatkan dan menyayangkan jika tiga anggota LSM yang menjadi promotor aksi demo tahun lalu itu mempunyai kepentingan di balik unjuk rasa tersebut.

“Saya berharap, Kades Baka Jaya tidak memberikan lagi akses untuk orang-orang seperti itu meski dia mengatasnamakan LSM sekalipun.” tutup AH.

Sementara itu Kades Baka Jaya, Umar H Abakar belum dapat dikonfirmasi. Saat ingin ditemui di rumahnya, Ahad sore menurut istrinya ia masih berada di sawah.

“Pak kades masih ada di Tonda (lokasi sawahnya, red),” jelas istrinya.(tyo)

Related post