PKA Diharapkan Lahir Calon Pejabat Administrator Handal

 PKA Diharapkan Lahir Calon Pejabat Administrator Handal

Sekda Prov. NTB saat Menyematkan tanda peserta pada kegiatan PKA Angkatan I di Mataram, Selasa (09/03/21)

MATARAM, MEDIA AMANAT – Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I  Tahun 2021 Provinsi NTB secara resmi dibuka Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi MSi, Selasa (09/03/21). Kegiatan yang digelar di Aula Wisma Tambora BPSDM Provinsi NTB itu diikuti sebanyak 32 peserta utusan dari kabupaten dan kota di NTB serta perwakilan KPU Provinsi.

Sekda pada kesempatan mengatakan, PKA merupakan sarana bagi peserta untuk membuka dan mengembangkan perspektif kepemimpinan manajerial yang lebih luas. Sehingga dalam pelaksanaan tugas nanti para ASN yang menjabat posisi pejabat administrator dapat memiliki kapabilitas yang baik,  kemampuan dalam berkolaborasi, berinovasi serta memiliki akuntabilitas kinerja.

Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan baik sehingga nantinya mampu melahirkan calon administrator handal yang akan menjadi solusi dan membantu pimpinan dalam menyelesaikan masalah yang ada di daerah.

Menurut sekda, kegiatan PKA bertujuan untuk membekali peserta dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin taktikal dan inovatif pada pejabat struktural eselon III yang akan berperan dalam  melaksanakan  tugas  dan  fungsi  pemerintahan  di instansinya masing-masing.

Tidak lupa, Miq Gite, sapaan akrab Sekda mengingatkan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dengan ketat selama kegiatan berlangsung.

“Diklat ini penting, kita harus sama-sama memastikan protokol kesehatan Covid-19 tetap diterapkan” ingatnya.

Ketua panitia, Arifin SH MH yang juga merupakan Kabid Pengembangan Kompetensi Manajerial akan menilai efektifitas penyelenggaraan pelatihan PKA tersebut dengan melakukan evaluasi kepada peserta, widyaiswara maupun terhadap penyelenggara. Evaluasi akan dilakukan terhadap aspek akademik atau  penguasaan materi maupun aspek sikap dan perilaku yang meliputi integritas, etika kedisiplinan.

“Adapun evaluasi terhadap widyaiswara dan penyelenggara akan dilakukan oleh para peserta dengan cara mengisi kuisioner yang akan kami sebarkan kepada peserta. Hasil evaluasi ini akan kami gunakan sebagai bahan untuk peningkatan kualitas pengelolaan pelatihan selanjutnya” tutupnya.(mr)

 

Related post