Nanga Tumpu Longsor Lagi, BPBD Dompu Sarankan Buat Terasering
Ruas jalan di Nanga Tumpu yang untuk kesekian kalinya mengalami longsor
DOMPU. MEDIA AMANAT – Bencana tanah longsor di Nanga Tumpu Kecamatan Manggelewa kembali terjadi, Selasa (15/12/20) sekitar pukul 23:00 Wita.
Hampir serupa dengan kejadian sekitar satu pekan lalu, hanya saja kali ini tidak menalan korban jiwa. Meski demikian, bagi pengguna jalan diingatkan berhati-hati bila melewati ruas jalan menanjak itu. Apa lagi pada waktu turun hujan.
Menyikapi hal itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dompu, M Jufri ST MSi saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (16/12/20) mengatakan, persoalan ini bukan sepenuhnya menjadi tanggung jawab BPBD, melainkan PUPR provinsi atau pusat, karena berkaitan dengan jalan negara.
Ia menyarankan, perlu adanya kajian kembali oleh pihak PUPR provinsi maupun pusat terkait teknis pembuatan lereng. Seperti membuat terasering atau menggali lereng secara melintang, dengan tujuan memperkecil kemiringan, sehingga air hujan yang turun dapat ditahan dan diserap secara optimal oleh tanah.
“Tanah longsor terjadi karena titik tekan tanah lebih kuat dari kekuatan penahan, jadi perlu didesain ulang dan dibuatkan terasering untuk mengurangi tekanan itu.” ucapnya.
Kemudian ia mengatakan, saat ini pihaknya hanya bisa memberikan himbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada, terutama pada saat intensitas curah hujan yang tinggi seperti sekarang.
Untuk diketahui bersama, material longsor berupa tanah, batu, dan pohon yang menutupi ruas jalan tersebut saat ini telah dibersihkan.(CR.yy)