Menguak Misteri Bongkahan Batu Besar di Gunung Nowa

 Menguak Misteri Bongkahan Batu Besar di Gunung Nowa

Bongkahan batu longsoran dari gunung Nowa yang nyaris menimpa rumah warga di bawahnya

DOMPU. MEDIA AMANAT – Sejak dulu gunung memang selalu mempunyai cerita mistis di kalangan masyarakat sekitar, tidak terkecuali Gunung Nowa  yang berada tepat di utara Desa Baka Jaya dan Desa Nowa Kecamatan Woja Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat (NTB). Misteri tersebut berkembang turun-temurun dari generasi ke generasi hingga sekarang.

Setidaknya sampai sekarang warga setempat sangat kuatir, apa lagi saat musim penghujan seperti sekarang. Pasalnya di gunung tersebut ada batu besar yang sewaktu-waktu bisa longsor dan mengancam kehidupan warga yang ada di bawahnya. Beberapa tahun silam saja, bangkahan kecil seukuran mini bus sudah terjun bebas dari tempat asalnya hingga nyaris mencelakai warga yang mendiami kaki gunung tersebut.

Deretan rumah warga Desa Baka Jaya dan Nowa yang berada di kaki gunung Nowa

Menurut kepercayaan masyarakat setempat, konon katanya terdapat penghuni gaib yang menempati bongkahan batu besar tersebut sehingga tidak banyak orang yang berani mendekatinya. Rumor yang beredar pula di telinga masyarakat setempat, bahwa terdapat rantai berukuran besar yang meliliti batu itu sebagai penyangga agar tidak jatuh saat gempa maupun longsor. Pasalnya, bongkahan batu tersebut mengarah tepat ke pemukiman warga yang berada di bawah kaki gunung.

Rumor itu berkembang dari masa ke masa, dan menjadi misteri tersendiri di kalangan masyarakat setempat.

Mencari kebenaran hal itu, media ini mendatangi, Idrus Abdullah atau akrab disapa Pua. Pria paruh baya warga Dusun Wodi Desa Baka Jaya yang bertempat tinggal tepat di bawah kaki Gunung Nowa itu merupakan orang yang pertama kali menetap di kawasan tersebut dan dipercaya sebagai juru kunci yang mengetahui seluk beluk gunung yang kini sudah dipenuhi pohon jati.

Berdasarkan keterangannya, sejatinya tidak terdapat rantai yang mengikat batu berukuran layaknya sebuah mobil truck tersebut, hanya saja pecahan dari batu itu pernah jatuh ke arah pemukiman, namun beruntungnya tertahan gudang penggilingan beras yang berada tepat di atas kawasan rumah warga. Pecahan batu yang jatuh itu kini sudah dihancurkan warga sekitar untuk dijadikan bahan pembangunan rumah.

“Tidak ada rantai yang melilitinya, itu hanya rumor yang berkembang di kalangan masyarakat sekitar dari dulu hingga sekarang.” Jelas Idrus.

Menurutnya, bongkahan batu besar tersebut saat ini dalam kondisi mengkhawatirkan, apalagi di musim penghujan seperti sekarang.

Ia mengatakan, masih ada pecahan batu berukuran cukup besar yang berada tepat di atas induk batu tersebut. Pondasi pecahan itu kian terkikis oleh air hujan sehingga dikhawatirkan akan terjun ke arah pemukiman.

Kemudian, ia mengungkapkan bahwa pernah ada anggota legislatif yang berjanji akan menghancurkan batu tersebut dengan cara dibom, namun sampai sekarang belum ada realisasinya.

“Saat ini keberadaan batu tersebut mengancam banyak nyawa, saya berharap ada solusi dari pemerintah setempat sebagai jalan keluar.” pungkas Idrus atau akrab disapa Pua.(Mori Setyo Wibowo)

Related post