Kisah Mistis di Balik Keindahan Situs Sarae Nduha

 Kisah Mistis di Balik Keindahan Situs Sarae Nduha

Wilayah Sarae Nduha yang merupakan destinasi wisata di Kecamatan Pekat

DOMPU. MEDIA AMANAT – Situs Sarae Nduha (Pasir Runtuh) merupakan tempat wisata yang terletak di kaki gunung Tambora Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu, sekaligus menjadi destinasi liburan yang paling sering dikunjungi. Namun apa yang terjadi, mereka tidak hanya pulang dengan perasaan kecewa, tapi selama satu jam setengah bolak-balik di tempat yang sama menggunakan kendaraan roda empat dan tidak menemukan lokasi yang seharusnya dituju.

Siapa menduga, di balik keindahan dan eksistensinya, ternyata tempat tersebut menyimpan sisi mistis yang dialami baik kalangan masyarakat setempat, juga beberapa rombongan wisatawan yang pernah mengalami kejadian tak menyenangkan.

Hal mistis tersebut juga terjadi pada salah satu Crew Mediaamanat.com, Ahad (07/02/2021). Saat itu, ia dan enam temannya berencana untuk melakukan kemah di tempat yang memang sering dijadikan pilihan wisatawan untuk menghabiskan malam bersama itu.

padang Savana di Doroncanga Kecamatan Pekat

Karena jarak tempat tersebut dengan jalan raya utama kurang lebih sekitar 2 Km, mengharuskan rombongan memasuki padang savana yang luas dan sekaligus menjadi jalur menuju Situs Sarae Nduha.

Benar saja, sekitar pukul 21:15 waktu setempat, mobil yang mereka tumpangi harus bolak-balik saat melewati padang savana tersebut untuk mencari jalur yang benar mengarah ke Situs Sarae Nduha.

Karena dalam padang savan itu tidak hanya terdapat jalur yang mengarah ke tempat tujuan mereka, melainkan ada pula yang mengarah ke tempat ternak sapi masyarakat sekitar.

“Bayangkan, kami bolak-balik hampir tiga kali pada jalur yang sama. Bahkan, dua kali kami memilih kembali ke jalan raya utama untuk sejenak menenagkan diri.” Kata Anton yang merupakan ketua rombongan.

Selama satu jam setengah tersasar, mereka sempat dua kali berjumpa dengan para peternak sapi pada dua saung yang berbeda. Di saung yang pertama, mereka menanyakan arah menuju Situs Sarae Nduha, namun setelah mengikuti arah yang diberikan, mereka justeru sampai pada jalan buntu.

Malam yang kelam dan sunyi itu terus mereka lawan, hingga lampu mobil untuk kedua kalinya menyorot saung rombongan peternak sapi di lokasi berbeda. Setelah menjelaskan kejadian yang mereka alami kepada para peternak yang kedua itu, akhirnya ia mendapatkan alasan mengapa mereka tersesat selama kurang lebih satu jam setengah. Menurut para peternak, rupanya di tempat itu sudah sering terjadi hal serupa karena daerahnya masih angker. apa lagi mereka adalah orang baru dan belum mengenal lokasi itu.(Mory Setyo Wibowo)

Related post