Kasus DBD di Dompu Meningkat, Anggaran Justeru Menipis
Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Ns Edy Suharja SKep
DOMPU. MEDIA AMANAT – Intensitas curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini membuat Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Dompu bekerja lebih keras lagi dalam memberantas kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).
Penyakit yang menjadi langganan di musim penghujan ini dilaporkan kian merebak di beberapa wilayah Dompu, seperti di Kecamatan Hu’u, dan Kecamatan Kilo.
Namun untuk mengatasi persoalan tersebut, pihak Dikes Kabupaten Dompu mengakui ketersediaan anggaran saat ini menipis. Hal itu disampaikan Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Ns Edy Suharja SKep yang diwawancarai di kantornya, Selasa (05/01/21).
Ia menjelaskan, saat ini anggaran yang tersisa tidak sampai sepuluh juta rupiah. Kas itu dirasa kurang, mengingat anggaran penanggulangan DBD di tahun 2021 akan cair sekitar bulan Maret dan diikuti curah hujan yang tinggi sehingga berpeluang menimbulkan kasus DBD secara besar-besaran.
“Anggaran ini akan digunakan untuk penanggulangan awal, sembari menunggu dana yang cair sekitar bulan Maret 2021. Saya tidak bisa habis-habisan, takutnya kasus DBD di Dompu meledak, dan saya angkat tangan.” ujarnya.
Menyikapi persoalan itu, pihaknya berencana akan melakukan sharing anggaran dengan seluruh desa yang ada di Kabupaten Dompu guna memberantas penularan penyakit tersebut. Ia juga menjelaskan, dengan dana desa yang besar, dirasa mampu untuk menyediakan alat fogging dan sejenisnya guna memberantas nyamuk aedes.
“Kami akan lakukan sharing anggaran dengan desa dan kelurahan. Dengan dana desa yang besar, tentunya mereka mampu membeli mesin fogging sendiri, untuk obatnya tinggal koordinasikan dengan kami, biar kami yang menyediakan. Itu semua demi kesehatan masyarakat setempat.” pungkasnya.(tio)