Gunung di Kota Dompu Ini Pernah Digelar Kegiatan Layang Gantole 40 Tahun Silam

Gunung di Dompu ini pernah dijadikan ajang untuk olah raga layang gantole 40 tahun lalu. (dok.amanat)

Dompu. Mediaamanat.com. Bagi mereka yang lahir di bawah tahun 1980 setidaknya mengetahui bahwa gunung yang berada di Kabupaten Dompu ini pernah dijadikan ajang untuk olah raga layang gantole atau layang gantung.

Sekitar awal tahun 80-an ribuan masyarakat Dompu terheran-heran melihat manusia melayang dari puncak gunung hanya mengandalkan peralatan seadanya dilengkapi dua sayap yang diikatkan pada besi membentang. Kegiatan olah raga itu mengadalkan angin untuk bisa berputar dan menari di atas udara sebelum mendarat ke tanah.

Bagi masyarakat Dompu saat itu, kegiatan yang dilakoni sejumlah anggota klub terbang layang tersebut menjadi tontonan langka dan dianggap sangat luar biasa. Sebab kegiatan itu untuk pertama dan terakhir kali dilaksanakan di wilayah Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu.

Atraksi berbahaya itu dilakukan di sebuah gunung yang masih berada di dalam wilayah kota. Lokasi tersebut yakni di gunung Nowa yang secara administratif kini sudah masuk dalam wilayah Kecamatan Woja setelah dimekarkan dari Kecamatan Dompu.

Gunung yang tidak terlalu tinggi dan seluruhnya kini sudah dikavling oleh masyarakat menjadi saksi sejarah bahwa pernah dilangsungkannya kegiatan langka yang menyedot ribuan penonton saat itu.

Sejumlah warga Dompu mengaku masih ingat kegiatan yang berlangsung sekitar 40 tahun silam itu. Menurut mereka, peristiwa itu sangat luar biasa. Sebab mereka melihat langsung manusia yang terjun dari puncak gunung dan bergelantungan di atas uadara hanya mengandalkan alat segi tiga yang dilengkapi dua sayap dari kain khusus.

“Gunung Nowa tiba-tiba terkenal karena dijadikan tempat untuk olah raga layang gantole,” kata M Amin yang seingatnya kegiatan itu terjadi pada sekitar tahun 1982 atau 1983.

Untuk diketahui, menurut sejarahnya olah raga layang gantolle atau layang gantung eksperimen pertama kali dikenalkan pada akhir abad ke-19. Namun sekarang  sudah dilengkapi mesin pendorong yang kini dikenal dengan nama hang glider. (fai)

 

Related post