Bupati Dompu Terima Sertifikat Eliminasi Malaria Dari Menkes

 Bupati Dompu Terima Sertifikat Eliminasi Malaria Dari Menkes

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Dompu, Maman SKM MMKes yang saat itu mendampingi Bupati, banyak daerah yang ingin meraihnya. Namun untuk meraih sertifikat ini tidak mudah karena persyaratannya sangat ketat dan beruntung Kabupaten Dompu tahun ini mendapatkan sertifikat yang bergengsi itu.

Salam sehat dan kompak mewjudkan Dompu Mashur terbebas dari eliminasi malaria

Menurut Kadikes, dalam tiga tahun terakhir Kabupaten Dompu tidak terdapat lagi kasus malaria. Kalaupun ada itu adalah kasus malaria import yang dibawa oleh masyarakat Kabupaten Dompu yang bekerja diluar daerah.

“Di tiga tahun terakhir kasus malaria di daerah dengan motto Nggahi Rawi Pahu tidak pernah terjadi kasus malaria dan kalaupun ada itu adalah kasus malaria yang dibawa masuk  oleh masyarakat Dompu yang bekerja di luar daerah,” jelasnya.

Sambungnya, kondisi inilah yang menjadi salah satu indikator Tim Surveyor Kementerian Kesehatan memberikan pertimbangan Kabupaten Dompu layak mendapatkan sertifikat eliminasi malaria.

Berikutnya ia menyebut, Annual Parasit Inciden (API) di Kabupaten Dompu sudah kurang dari 1 per 1000 penduduk dan bahkan sudah tidak ada lagi API tersebut dan yang terjadi adalah penularan akibat kasus malaria dari warga yang bekerja di luar daerah.

“Tidak adanya API yang terjadi per 1000 penduduk juga menjadi pertimbangan Kemenkes memberikan sertifikat eliminasi malaria,” ucapnya.

Lanjutnya, dengan diterimanya sertifikat eliminasi malaria oleh Bupati dari Kemenkes menandakan Dompu menjadi daerah yang aman dikunjungi. Untuk datang dan berkunjung masyarakat dari luar tidak perlu lagi takut dengan malaria karena Dompu telah menjadi daerah yang bebas malaria.

“Salah satu pertimbangan kunjungan ke suatu daerah adalah memastikan apakah daerah yang dikunjungi sudah bebas malaria atau belum. Dengan sertifikat eliminasi malaria yang diterima membuat Dompu menjadi daerah yang aman dikunjungi karena sudah bebas dari penyakit malaria,” tandas Kadikes.

Lebih lanjut dijelaskannya, pada momen ini Bupati Dompu yang didampingi istrinya, Lilis Kader Jaelani mengenakan pakaian adat Dompu.

“Lewat pakaian adat tersebut Bupati menyampaikan pesan kepada semua pihak yang hadir bahwa di waktu dekat Bumi Nggahi Rawi Pahu akan menggelar event tahunan dunia menyapa Tambora di lereng gunung Tambora,” ucapnya.

Bupati Dompu didampingi Ketua TP. PKK dan pejabat jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu 

Ditambahkannya, promosi budaya lewat pakaian adat Dompu oleh Bupati AKJ menarik perhatian para tamu dan undangan dan rata-rata para tamu dan undangan berkeinginan melihat dari dekat gunung tambora yang telah melegenda dengan kedahsayatan letusannya di 207 tahun silam.

Akhir dari penyampaiannya Kadikes menjelaskan, apa yang telah diraih dengan membanggakan tersebut merupakan buah dari kerjasama dan kebersamaan semua pihak dari berbagai lintas sektor, dari tingkat bawah hingga atas.

“Apa yang diraih dengan membanggakan ini merupakan hasil kerjasama dan kebersamaan dari semua pihak tanpa kecuali,” tuturnya.

Kegiatan penyerahan sertifikat yang juga ikut dihadiri Wakil Gubernur NTB, Dr Ir Hj Sitti Rohmi Djalilah MPd. (*/mr)

Related post