Harga Gabah Anjlok, Pemprov NTB Fokus MotoGP
Ketua Komisi I DPRD Dompu, Ir Muttakun
DOMPU, MEDIAAMANAT-Belakangan ini petani padi meradang. Betapa tidak, harga gabah mengalami anjlok dan tak berdaya atas potokan yang ditentukan tengkulak. Mereka berharap pemerintah segera mengambil sikap untuk membantu kesulitan yang dialami. Apa lagi harga pupuk dan obat-obatan serta ongkos produksi yang kian memberatkan posisi petani.
Untuk diketahui, saat ini harga gabah di tingkat petani hanya dipatok oleh tengkulak sebesar Rp.3.500/kg. Sehingga dengan standar demikian, petani padi mengaku merugi. Sementara di lain pihak harga jagung cukup stabil bahkan terus mengalami peningkatan hingga di atas standar.
Sejumlah petani berharap pemerintah segera melakukan upaya nyata agar hasil produksi yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat tersebut harganya bisa stabil sesuai standar yang dapat mendorong meningkatkan kesejahteraan mereka.
“Bupati maupun Gubernur segera turun tangan untuk memulihkan harga gabah. Bila tidak, petani akan terus dipermainkan oleh tengkulak yang seenaknya menetapkan standar harga,” keluh sejumlah petani di Dompu.
Ditemui terpisah, Ketua Komisi I DPRD Dompu, Ir Muttakun juga menilai anjloknya harga gabah ini akibat tidak adanya kebijakan politik pemerintah yang berpihak kepada petani. Buktinya, kata wakil rakyat utusan Nasdem ini, Gubernur hanya fokus mempromosikan untuk peningkatan penjualan tiket MotoGP yang dihelat di sirkuit Mandalika.
Ia menilai upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) itu mengesampingkan hajatan utama pemerintah untuk memberdayakan petani agar bisa hidup sejahtera dan layak dengan menetapkan harga gabah yang baik. “Keberpihakan gubernur terhadap petani yang merupakan rakyat kecil perlu dipertanyakan,” ucap wakil rakyat yang sangat vokal ini saat ditemui di Kantor Bupati Dompu, Rabu (09/03/22).
Menurutnya, pemerintah pusat berwenang mempertahankan stabilitas harga gabah. Kemudian di tingkat daerah, gubernur sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat harus mengambil langkah nyata dan segera agar mengamankan harga gabah petani. Namun kondisi saat ini tidak berjalan akibat gubernur hanya fokus mempromosikan sektor lain.(mr)