Ketua IBI Dompu Berharap Pemkab Perhatikan Nasib Bidan
Ketua IBI Dompu, Ida Fitriani SKeb
DOMPU. MEDIA AMANAT – Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Dompu, Ida Fitriani SKeb Bd, menyampaikan harapannya kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat terkait keberlangsungan nasib sekitar 800 bidan yang tersebar di tiap desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Dompu.
Ida yang dihubungi, Kamis (06/05/2021) mengatakan, saat ini, hanya sekitar 20% bidan yang telah memiliki status sebagai PNS, dan sekitar 80% lainnya masih butuh perhatian dari pemerintah setempat. Ia berharap ada upaya dari pemerintah sekaligus sebagai penghargaan bagi para bidan terutama yang berada di desa-desa terpencil, untuk setidaknya mengangkat mereka melalui PTT daerah, dan lain sebagainya. Pasalnya masih banyak bidan yang bekerja dengan status yang kurang jelas juga secara suka rela.
Ia mengungkapkan, memang ada beberapa desa yang sudah peduli dengan nasib bidan-bidannya, dengan menyisihkan sebagian anggaran desa untuk honor bidan baik yang Non-PTT maupun Non-PNS. Namun, masih banyak juga bidan yang suka bekerja rela tidak digaji (suka rela).
“Bidan ini dari masyarakat untuk masyarakat. Untuk itu pemda diharapkan bisa lebih memperhatikan lagi nasib dan status bidan sebagai ujung tombak kesehatan masyarakat, terutama di daerah-daerah terpencil dan yang telah lama mengabdi.” tutur Ida.
Selain gaji dan status, ia juga berharap pihak Pemda dapat memfasilitasi terkait peningkatan pelatihan, keterampilan, dan juga kapasitas bidan desa.
“Terkait fasilitas, untuk kendaraan di daerah-daerah terpencil itu masih kurang. Kemudian untuk fasilitas penanganan persalinan lumayan sudah terpenuhi, tetapi alangkah lebih baik ditingkatkan lagi, baik secara kualitas maupun kuantitas, guna mencegah meningkatnya angka kematian ibu dan bayi.” jelasnya.
Katanya, Ia ingin semuanya berbasis di desa. Karena menurutnya peran bidan desa lebih ke arah empowering atau pemberdayaan masyarakat. Hanya mereka yang dirasa dekat dengan masyarakat setempat. Jadi apabila Pemda melirik bidan desa sebagai mitra dalam pembangunan masyarakat terutama dalam mengatasi stunting, itu amat sangat luar biasa.
“Harapan saya kepada masyarakat, bisa tetap memperhatikan dan menjaga kondusifitas kerja bidan yang ada di desa. Kemudian untuk pemerintah, diharapkan semua program kesehatan, dan lain sebagainya yang berkaitan dengan desa dapat menggandeng bidan desa sebagai mitra, karena mereka mempunyai akses yang luas di desa. Tentu target-target dari program akan sesuai sasaran.” pungkas Ketua IBI itu.(tyo)