Bupati Dompu Akan Batasi Areal Penanaman Jagung
Bupati dan Wakil Bupati Dompu
DOMPU, MEDIA AMANAT-Bencana banjir yang melanda wilayah Dompu belakangan ini memaksa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu harus mencari kebijakan yang tepat. Pasalnya, kerusakan lingkungan hutan ditengarai sebagai biang terjadinya bencana banjir di sejumlah wilayah. Sementara di satu sisi, hutan tersebut dimanfaatkan secara tak terkendali oleh warga untuk bercocok tanam.
Bupati Dompu, Kader Jaelani saat dimintai tanggapannya, Senin (01/03/21) tidak menampik jika kerusakan hutan yang menyebabkan terjadinya bencana alam belakngan ini. Untuk itu, katanya, pihaknya akan membatasi areal penanaman jagung yang telah melewati batas peruntukan dengan melakukan pemetaan wilayah.
“Kami tidak menutup lahan penanaman jagung, tapi kami akan membatasi ruang bagi petani untuk menambah areal” tandas bupati yang saat itu didamping wabup.
Sementara lahan yang sudah dijamah dan mengalami kerusakan tersebut akan segera dilakukan program penghijauan. Untuk itu, pihaknya sembari turun melihat langsung ke sejumlah lokasi, juga akan berkoordinasi dengan jajaran di tingkat kecamatan dan desa guna melakukan sosialisasi, serta menjajaki kemungkinan menggunakan ADD dalam mendukung program tersebut.
Selain itu, kata bupati, pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan Provinsi yang telah diberi tugas untuk menangani persoalan hutan. Namun, lanjutnya, sebagai pemilik wilayah, Pemkab Dompu bertanggungjawab penuh dengan kondisi yang ada.
Sementara itu, Wabup, H Syahrul Parsan ST MT pada kesempatan itu mengemukakan, paling tidak pemerintah akan membuat semacam pagar agar jangan sampai setiap terjadi hujan, sedimentasinya tidak langsung turun ke sungai, jalan, sawah, dan perkampungan warga.(mr)