Ukuran Nyali Ditentukan Oleh Senjata

 Ukuran Nyali Ditentukan Oleh Senjata

DOMPU, MEDIA AMANAT-Secara psikologis, bagi yang membekali diri dengan senjata akan selalu menambah kepercayaan diri, sehingga tidak takut pada kondisi apapun termasuk berhadapan dengan musuh sekalipun. Hal itu setidaknya terjadi pada realita kehidupan di muka bumi ini.

Belum lama ini ada kisah menarik terkait dengan kondisi demikian. Di mana terjadi kecelakaan kecil antara benhur dengan kendaraan pick up di wilayah Dompu. Rupanya insiden di jalan umum yang menjadi perhatian banyak warga sekitar dan pengguna jalan lainnya cukup menarik.

Pasalnya, sang kusir benhur begitu ngotot mempertahankan argumentasinya bahwa ia tidak bersalah pada saat itu. Pria paruh baya usia 50-an yang berperawakan sedang ini rupanya ngotot menuduh sopir pick up sebagai biang terjadinya kecelakaan.

Dengan berapi-api dan suara lantang berdiri di samping benhurnya ia terus menuduh sopir pick up yang saat itu sedang tidak membawa muatan sebagai pihak yang bersalah.

“Kamu yang salah, karna kamu yang menyenggol benhur saya,” tuduh kusir benhur dan sesekali memegang sebuah golok yang ia sematkan pada pinggang kirinya.

Melihat kondisi itu, sang sopir pick up rupanya tidak kehabisan akal. Merasa posisinya yang tidak menguntungkan, ia kemudian belum mau beradu mulut dengan kusir benhur yang menguasai situasi panas itu.

“Sebentar,” ucap sopir muda itu singkat sambil berjalan menuju kendaraan yang sudah ia parkirkan di pinggir aspal.

Rupanya pria muda perawakan sedang yang usianya sekitar 30-an tersebut mengambil sebuah parang terhunus yang ada di dalam mobilnya. Dengan menenteng parang yang sudah ia keluarkan dari sarungnya sambil menuju sang kusir benhur yang masih tidak mau mengalah itu.

Namun apa yang terjadi. Begitu sopir pick up tersebut mendekat, nyali sang kusir benhur anjlok habis. Jangan tanya soal nada suara, raut muka yang tadinya dibuat sangar, seketika berubah pucat pasi dan tak mampu lagi berkoar-koar.

“Begini saja, urusan ini kita selesaikan secara kekeluargaan,” tawar kusir benhur memelas sebagai senjata meredam situasi yang kurang menguntungkan baginya.

Mendapat tewaran demikian, sopir pick up yang sejak awal belum meladeni perdebatan itu akhirnya membuat kesepakatan damai. Toh dalam insiden itu baik benhur maupun mobil pick up hanya mengalami kerusakan kecil. Benhur mengalami kerusakan sedikit pada bagian spack board, sementara pick up hanya cat pada bak sampingya yang tergores dan masih bisa dipoles untuk mengembalikan pada kondisi semula.

Namun pemandangan singkat ini cukup membuat warga dan pengguna jalan yang kebetulan lewat dan awalnya tegang justeru mendapat hiburan gratis dan tertawa geli. Bagai mana tidak, orang yang tadinya begitu sangar dan menunjukkan kehebatannya, justeru keok seketika saat mengetahui senjata lawan yang dihadapi tidak sebanding dengannya.

Kitapun setidaknya bisa mengambil kesimpulan sementara dari kisah menggelikan ini. Bahwa besar kecilnya nyali sesorang ternyata bukan semata bawaan lahiriah, tapi bisa ditentukan oleh situasi dan kondisi yang ada saat itu.(Muhamad Rifai)  

Related post