36 Rumah di Hu’u Hanyut Diterjang Banjir Bandang Tengah Malam

DOMPU, MEDIA AMANAT- Banjir bandang disebabkan hujan deras yang melanda beberapa wilayah desa di Kecamatan Hu’u Kabupaten Dompu, Ahad (28/02/21) memporak porandakan ratusan rumah warga. Sejumlah warga tidak bisa menyelamatkan barang berharga miliknya karena banjir datang di saat sedang tertidur pulas sekitar pukul 02.00 Wita dini hari.

Setidaknya terdapat 36 rumah warga dinyatakan hanyut terbawa derasnya arus air. Sementara ratusan rumah lainnya dilaporkan rusak berat dan ringan. Bahkan belasan kendaraan roda dua dan roda empat milik warga ikut hanyut. Termasuk ternak peliharaan seperti sapi dan kambing.

Berdasatrkan informasi Kapolsek Hu’u, Ipda M Norkurniawan setidaknya ada ratusan rumah di tiga desa, yakni Desa Daha, Desa Rasa Bou dan Desa Marada mengalami kondisi kerusakan cukup parah.

Desa Daha misalnya, setidaknya 36 unit rumah hanyut, sisanya sebanyak 443 rumah mengalami kerusakan berat, sedang dan ringan. Dilaporkan juga, pagar masjid Miftahul Jannah roboh dan mengalami kerusakan berat.

Di samping itu, satu unit mobil Pick Up, 15 unit sepeda motor, 6 ekor sapi, 5 ekor kerbau dan puluhan ternak kambing dan lainnya hanyut terbawa arus banjir. Belum lagi lahan seluas 50 hektar tidak luput dari terjangan banjir, akibatnya tanaman terancam gagal panen.

Sementara di Desa Rasabou, meski tidak terlalu parah dibandingkan di Desa Daha, setidaknya ada  lima unit rumah rusak berat. Begitu juga di Desa Marada sebanyak 9 unit rumah dilaporkan mengalami rusak berat, dua unit hanyut terbawa banjir.

Menurut keterangan dari Kepala Desa Daha, Fadli, banjir tersebut terjadi akibat tingginya curah hujan sejak, Sabtu pukul 23.00 Wita . Akibatnya air hujan dari beberapa anak sungai di atas gunung meluap ke Daerah Aliran Sungai (DAS) Induk yaitu Sungai Sori Rewa melalui perkampungan Desa Daha.

“Oleh karena debit air yang volumenya melebihi daya tampung sungai mengakibatkan air tersebut meluap ke perkampungan yang sangat deras sehingga banyak rumah, fasilitas umum, kendaraan, ternak hanyut terbawa banjir,” ungkap Fadli.

Hingga saat ini, Tim Gabungan yang terdiri dari unsur Kepolisian, TNI, BPBD dan pihak terkait lainnya masih berbagi koordinasi dengan warga terdampak untuk diambil tindakan penanganan lebih lanjut.(mr)

 

Related post