Kisah Wabup Dompu Yang Diisolasi Akibat Posistif Covid-19
Wabub Dompu : Isolasi Covid Bagaikan ‘Penjara’ Halus
DOMPU, MEDIA AMANAT-Corona Virus Disiases 2019 (Covid-19) sejak akhir tahun lalu telah menjadi ancaman yang luar biasa bagi masyarakat di bumi ini. Betapa tidak, sejak mencuat dan ditemukan di Provinsi Wuhan-China penghujung tahun silam, virus yang mematikan ini menyebar luas dan sangat cepat ke hampir seluruh Negara di dunia. Akibatnya, ratusan ribu orang telah menjadi korban keganasan virus tersebut.
Untuk virus ini juga rupanya berlaku hukum rimba, karena tidak pandang bulu menyerang siapa saja yang kondisi kesehatannya rapuh. Buktinya, yang diserang virus tersebut, mulai dari pejabat tinggi setingkat kepala pemerintahan Negara hingga rakyat jelata.
Bahkan di Kabupaten Dompu NTB, Bupati Dompu, Drs H Bambang M Yasin dan Wakil Bupati, Arifuddin SH dalam waktu yang nyaris bersamaan terinveksi Covid-19. Keduanya bahkan harus diisolasi dan dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB di Mataram dalam waktu dua pekan. Selain itu, sejumlah pejabat Setda Dompu juga mengalami hal yang sama.
Wabup Dompu yang berhasil dimintai tanggapan atas pengalamannya menjalani isolasi mengemukakan, menyandang predikat positif corona merupakan hal yang kurang enak, meskipun diakuinya ia dalam ketegori Orang Tanpa Gejala (OTG).
“Saya tidak merasa apa-apa, tapi karena terdeteksi positif corona, ya harus diisolasi agar tidak menular dan segera mendapat pengobatan yang tepat,” kata, Arifuddin saat ditemui di ruang kerjanya beberapa hari setelah dinyatakan negatif corona.
Lebih lanjut diceritakannya, selama 10 hari diisolasi di RSUP Mataram, ia tidak diperkenankan bertemu dengan siapa saja, termasuk isteri dan anaknya. Kondisi seperti itulah yang membuatnya tidak nyaman, meskipun diakuinya mereka tetap berkomunikasi lewat HP.
“Diisolasi itu berat. Bagaikan masuk ‘penjara’ halus. Karena meskipun semua fasilitas ada, tapi tidak boleh ketemu siapa pun,” ungkapnya.
Masih menurut Wabup, selama perawatan, ia mendapat penanganan yang sangat memadai agar cepat pulih dari penyakit yang diderita. Antara lain, yakni mendapat asupan makanan yang bergizi, obat-obatan untuk menambah imunitas tubuh, serta melakukan olah raga ringan. Dan yang lebih penting, katanya, selama menjalani proses pengobatan, tidak boleh terbebani dengan pikiran yang berat dan bercabang.
Ia sendiri mengaku tidak merasakan apa-apa meskipun setalah didiagnosa positif Covid. Hanya saja, setelah dilakukan pemeriksaan yang mendalam, dirinya dinyatakan kekurangan hemoglobin (HB).
“Normalnya HB laki-laki itu kan 12 gram per desiliter. Tapi saya pada saat itu hanya 6,2 gram,” jelas wabup yang mengaku turunnya HB tersebut akibat tingginya aktifiitas tugas beberapa hari sebelumnya.
Atas pengalaman berharganya itu, ia menghimbau pada semua pihak agar tetap mematuhi protocol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumuman, serta mencuci tangan dengan sabun. Sebab virus tersebut akan menyerang siapa saja yang kondisi kesehatannya tidak prima.
Untuk diketahui, tercatat sejak Maret 2020, lebih dari 200 warga Dompu telah terpapar virus corona. 10 orang di antaranya meninggal dunia.(Muhamad Rifai)