Tersambung Ruas Jalan, Pantai So Mila Jadi Destinasi yang Menjanjikan

 Tersambung Ruas Jalan, Pantai So Mila Jadi Destinasi yang Menjanjikan

Foto: Keindahan pantai So Mila di Desa Riwo Kecamatan Woja sangat indah dengan laut biru yang jernih dan hamparan pasir yang sangat bersih. (dok.MA)

DOMPU, MEDIAAMANAT.COM-Bila menyebut So Mila, bagi sebagian besar masyarakat Kabupaten Dompu mungkin masih belum familiar. Sebab wilayah yang berada dalam cakupan Desa Riwo Kecamatan Woja itu dulu masih sangat sulit dijangkau. Pantai So Mila sendiri berjarak sekitar 30 km ke arah selatan dari kota Dompu. 

Praktis hanya orang tertentu saja yang datang ke wilayah yang berhadapan langsung dengan laut selatan tersebut. Pasalnya, dulu belum ada akses jalan menuju wilayah pantai yang hanya berjarak sekitar 3 km lebih dari pantai Ria di bagian utara yang menjadi salah satu destinasi wisata masyarakat lokal.

Foto : ini merupakan ruas jalan yang menghubungkan pantai So Mila dari keterasingannya. Terlihat bagian timur pantai Ria yang berada di depannya (dok.MA)

Apa lagi menuju ke lokasi itu tidak bisa ditempuh sembarang waktu. Karena harus disesuikan dengan surutnya air laut. Itu pun harus ada perhitungan yang tepat dalam menapaki setiap bongkahan batu besar yang ada di lokasi. Jika tidak, keselamatan jiwa bisa terancam.

Setidaknya akses menuju wilayah yang kini jadi primadona baru bagi wisatawan itu bisa menggunakan perahu dengan menerjang ombak khas laut selatan yang tidak bersahabat. Namun juga bisa dilalui dengan berjalan kaki menyusuri pinggir laut dan tebing bebatuan yang cukup tajam dan licin. Bahkan di salah satu ruasnya terdapat sebuah goa yang tercipta secara alamiah ratusan tahun akibat terkikis ombak laut yang cukup ganas. Sementara bebatuan yang ada di lokasi itu sangat tajam dan licin. Sedangkan di bagian atasnya bongkahan batu besar seakan siap meluncur ke bawah menerjang apa pun yang ada di bawahnya.

Foto : Ini adalah sisa goa ‘Honcu Jara’ yang legedaris tersebut. kini wilayah itu tidak seram lagi dan dapat dilewati dengan mudah oleh kendaraan tanpa harus takut terkena gulungan ombak pantai selatan yang terkenal ganas. (dok.MA)

Terdapat dua tempat yang fenomenal yang harus dilalui pejalan kaki di tempat itu. Salah satunya yakni warga setempat biasa menyebutnya ‘Honcu Jara’. Pada ruas jalan yang seram ini harus dilalui dengan perhitungan waktu secara tepat agar tidak terhempas ombak saat melintas menapaki bongkahan bebatuan. Syaratnya lagi, hanya bisa dilewati saat air laut surut. Sebab bila air pasang, tidak tersisa lagi tempat untuk berpijak, karena air laut dan ombak ganas berhadapan langsung dengan tebing yang cukup curam.

Kemudian para pejalan kaki sudah merasa lega bila akan melewati tempat yang mereka sebut ‘Sapa Lako’. Itu artinya mereka akan segera sampai ke tempat tujuan meskipun harus melalui perjuangan ekstra menapaki tebing dengan kemiringan yang sangat ekstrim dan hanya mengandalkan akar kayu setapak demi setapak menapaki tebing yang di beberapa bagiannya sudah dibuat semacam tangga darurat.

Namun kondisi itu sudah berubah drastis setelah beberapa waktu lalu masyarakat membuka akses jalan permanen yang bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat menyusuri pinggir laut yang selama ini dimanfaatkan warga untuk menuju ke lokasi tersebut. Honcu Jara dan Sapa Lako kini tinggal kenangan. Pembangunan ruas jalan telah menutupi bongkahan batu besar yang setiap hari tersapu ombak di Honcu Jara. Sementara kemiringan tebing di Sapa Lako telah dipapras oleh alat berat yang memungkinkan kendaraan roda empat dan roda dua melewatinya dengan enteng.

Setidaknya sejak dibukanya ruas jalan tersebut, setiap hari lokasi yang dulunya cukup terpencil itu kini menjadi magnet didatangi masyarakat yang menghabiskan waktu liburan. Bahkan saban hari para pemancing terlihat memanfaatkan bebatuan besar di pinggir jalan untuk duduk sambil melepas kailnya ke laut. Kehadiran mereka menambah ramai lalu lalang para pemilik lahan yang sejak lama memiliki tanah garapan di lokasi itu.

Sejumlah warga berharap agar pantai So Mila yang di bagian beratnya berbatasan langsung dengan wilayah Kecamatan Terano Kabupaten Sumbawa itu mendapat perhatian pemerintah. Karena wilayah pantai di lokasi itu sangat menjanjikan untuk menjadi desatinasi unggulan bila dikelola dengan baik. Demikian juga dengan destinasi wisata lainnya diharap agar bisa dioptimalkan kebaradaannya. Sehingga potensi tersebut dapat memberi nilai positif bagi Kabupaten Dompu khususnya. (Muhamad Rifai)

 

Related post