Sikapi Perambahan Hutan Kramabura, Rombongan Gubernur Segera Turun ke Lokasi
Gubernur NTB saat menemui kehadiran masyarakat dan aparat Desa Kramabura yang saat itu didampingi langsung Bupati Dompu, Kader Jaelani
DOMPU, MEDIA AMANAT-Perambahan hutan lindung di Desa Kramabura Kecamatan Dompu yang dilakukan sejumlah oknum masyarakat setempat ditanggapi serius Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah. Bahkan rencananya orang nomor satu di NTB ini akan turun langsung bersama rombongan besar seperti Kapolda, Danrem dan jajaran Dinas Kehutanan Provinsi.
Kapastian ini disampaikan salah seorang tokoh masyarakat Kramabura, Drs H AW Syafruddin yang belum lama ini bersama Bupati Dompu, Kader Jaelani, Kades dan Ketua BPD setempat menghadap langsung Gubernur NTB di kantornya di Mataram.
Masih menurut pria yang merupakan anggota DPRD Dompu periode 2009-2014, pihaknya selain menghadap gubernur, juga menemui Kadis Kehutanan NTB yang diwakili Kabag Pengawasan dan Pemeliharaan Lingkungan Hutan.
Pada intinya, kata AW Syafruddin, pemerintah provinsi akan mengambil tindakan tegas terhadap siapa saja yang telah menjamah hutan lindung yang selama ini menjadi penyangga mata air untuk sebagian besar masyarakat Dompu. Baik sebagai sumbar air bersih maupun dimanfaatkan untuk irigasi pertanian. Karena juga, kerusakan hutan tersebut akan berdampak mengancam kehidupan sebagain besar masyarakat Dompu akibat banjir. Untuk itu, penutupan dan mengambil tindakan tegas terhadap oknum warga yang telah membabat sebagain wailayah hutan lindung tersebut harus segera dilakukan.
“Gubernur berjanji pada kami akan mengambil tindakan tegas terhadap oknum masyarakat yang telah merambah hutan lindung di Kramabura,” kata AW Syafruddin sembari menjelaskan, rombongan gubernur akan turun ke lokasi, 25 November nanti.
Sementara itu, berdasarkan informaasi yang diperoleh media ini di lapangan, hutan lindung tersebut terus dibabat oleh masyarakt sekitar. Seperti warga Desa Kramabura, Serakapi, dan Seneo. Bahkan beberapa waktu lalu telah terjadi aksi perebutan wilayah oleh warga Kramabura dan Serakapi hingga nyaris menimbulkan bentrok berdarah.
Rombongan Bupati Dompu juga pernah turun langsung ke lokasi untuk melihat kerusakan yang terjadi. Namun akibat belum adanya tindakan tegas, aksi perambahan hutan masih saja dilakukan oknum warga.(tyo)