Penyebaran Guru Tidak Merata, Hambat Peningkatan Mutu Pendidikan
Kabid Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK), Syaiful Arif SPd MPd
DOMPU. MEDIA AMANAT – Penyebaran guru mata pelajaran di SD dan SMP di Kabupaten Dompu tidak merata. Hal tersebut mengakibatkan terhambatnya peningkatan mutu pendidikan.
Pernyataan itu diungkap Kabid Dikdas Dikpora Kabupaten Dompu, Zainal Afrodi SPd MM saat dijumpai di ruang kerjanya kemarin. Ia juga mengatakan, kasus tersebut terjadi disebabkan kurangnya jumlah tenaga guru, sehingga pemerataan sulit dilakukan.
“Selain dari segi normatif, banyak permohonan mutasi dari guru berstatus PNS, sehingga penyebaran guru kembali sulit diratakan. Ini yang perlu ditertibkan kembali.” ujar Zainal Afrodi.
Menurutnya pula, penyebab banyaknya penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dibandingkan PNS di tahun ini bukan tanpa alasan dari pemerintah pusat, yang mana PPPK apabila telah dinyatakan diterima maka tidak bisa mengajukan permohonan pindah tempat kerja, sedangkan PNS bisa.
Selain pernyataan dari Kabid Dikdas, media ini juga mengorek informasi melalui Kabid Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK), Syaiful Arif SPd MPd di waktu yang sama. Arif mengungkapkan tenaga guru PNS di seluruh SD yang ada sekarang berjumlah 1.481, sedangkan Guru Tidak Tetap (GTT) sebanyak 2.184. Kemudian di seluruh SMP, jumlah guru PNS 669 dan GTT sejumlah 854.
“Dengan data itu, mau diratakan bagaimana? Sedangkan sekarang kita kekurangan tenaga guru PNS di SD sekitar 600, dan di SMP sekitar 300. Kekurangan ini terutama terjadi pada guru mata pelajaran agama dan penjaskes.” ungkapnya.
Saat ini, pihak Dikpora semaksimal mungkin mengupayakan pemerataan terhadap seluruh guru yang ada, dengan cara melakukan pendataan ulang atau sinkronisasi terhadap jumlah guru di setiap sekolah, guna meningkatkan mutu pendidikan.(tyo)