Pemkab Dompu Akan Tingkatkan Posisi Tawar Petani Jagung

 Pemkab Dompu Akan Tingkatkan Posisi Tawar Petani Jagung

Kadis Pertanian dan Perkebunan Kab. Dompu, Muhammad Syahroni ST MM

DOMPU, MEDIAAMANAT-Setidaknya tiap tahun saat musim panen, petani jagung di Dompu selalu mengeluhkan harga beli yang dipatok oleh pengusaha. Kondisi ini membuat petani kecewa yang tidak jarang diakumulasikan dengan aksi demonstrasi.

Menyadari hal demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu akan terus berupaya untuk membantu petani jagung dengan membuat posisi tawar yang bagus guna mendapatkan harga yang pantas atas usaha mereka. Hanya saja, diakui bahwa harga jagung selalu mengalami fluktuasi yang ditentukan oleh kondisi di lapangan. Seperti saat ini akibat stok jagung yang sudah menipis, sehingga terjadi penurunan harga komoditas andalan petani di Dompu tersebut.

Hal itu diakui Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertambun) Kabupaten Dompu, Muhammad Syahroni SP MM saat ditemui di ruangannya, Senin (15/08/22). Menurutnya, berbicara tentang harga komoditas pertanian akan selalu berlaku hukum pasar. Contohnya saat ini dibanding 3-4 bulan lalu harga jagung mengalami penurunan akibat stok barang yang menipis. Sehingga mempengaruhi persaingan di tingkat pasar.

Oleh karena demikian, pihaknya terus melakukan upaya agar tidak terjadi fluktuasi harga jagung dengan berbagai upaya. Antara lain, yakni membangun komunikasi dengan pengusaha jagung dan pembangunan Corn Driying Centre (CDC) sebagai tindak lanjut MoU antara Pemkab Dompu dengan Bulog.

Menurutnya, jika fasilitas yang dibangun Bulog yang akan diresmikan September tahun ini sudah difungsikan, membuat posisi tawar petani menjadi lebih baik sehingga dapat menstabilkan harga jagung.

“Kami akan jalankan sejumlah skenario agar posisi tawar petani bisa lebih ditingkatkan. Salah satunya dengan pemanfaatkan Corn Driying Centre,” tandasnya. (*/mr)

Related post