Pasok Air Campur Lumpur, PDAM Dompu Angkat Bicara
DOMPU. MEDIA AMANAT – Distribusi air yang dipasok Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sangat memprihatinkan. Betapa tidak, persoalan ini sudah terjadi bertahun-tahun, di mana perusahaan plat merah ini mengalirkan air bercampur lumpur ke rumah pelanggan, terutama pada musim penghujan seperti saat ini.
Akibatnya, banyak pipa air milik pelanggan yang mampet karena dipenuhi lumpur yang berwarna kuning hingga pekat. Selain itu, bak mandi serta perabotan pelanggan kotor akibat lumpur. Persoalan ini setidaknya tiap tahun dikeluhkan pelanggan yang tidak jarang melakukan aksi demo ke kantor PDAM hingga mengadukan persoalan itu pada pihak eksekutif dan legislatif.
Namun persoalannya belum juga dapat diurai hingga saat ini. Sebab penyakit lama dengan memasok air yang tidak layak konsumsi masih dilakukan pihak PDAM sampai saat ini. Hal ini diakui oleh sebagain besar pelanggan yang tersebar di seluruh wilayah kota Dompu.
“Air yang dialirkan PDAM benar-benar keruh karena bercampur lumpur hingga berwarna coklat,” kata Isman, salah seorang pelanggan PDAM yang mengaku bersyukur dengan adanya air hujan yang selama ini dimanfaatkan untuk mencuci dan mandi.
Menanggapi persoalan itu, Direktur Teknik PDAM Dompu, Erikson yang ditemui di kantornya, Senin (23/11/20) berdalih kurang bersihnya pasokan air yang dialirkan ke rumah pelanggan diakibatkan curah hujan yang terus melanda wilayah Dompu. Sehingga lanjutnya, air sungai yang menjadi sumber pengaliran ke tiap rumah warga menjadi keruh.
Lebih lanjut, ia juga mengeluhkan kurangnya biaya untuk pengadaan bahan kimia penjernih air seperti kaporit dan tawas menjadi persoalan mereka saat ini. Menurutnya, persediaan tahunan mereka biasanya cukup, namun akibat curah hujan yang meningkat mengharuskan pihak perusahaan menggunakan bahan kimia dengan jumlah yang banyak.
“Kami sudah menyampaikan pesoalan ini ke pihak pemerintah, dan mereka mengatakan dana akan segera dicairkan.” pungkasnya.(CR.yy)