Eliminasi Anjing Rabies Kendor, Korban Gigitan Terus Bertambah
Kepala Bidang Kesmavet Disnakeswan Kabupaten Dompu, drh Mujahidin
DOMPU. MEDIA AMANAT – Kasus gigitan anjing rabies yang terjadi di Dompu akhir-akhir ini kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Sebab, kasus ini terus bertambah setiap bulannya sejak ditetapkannya Kabupaten Dompu dengan status Kejadian Luar Biasa (KLB) rabies Februari 2019 lalu.
Sejauh ini tercatat sudah lebih dari seribu warga Dompu yang telah digigit anjing rabies. Beberapa orang di antaranya meninggal dunia. Sementara kasus terakhir dikabarkan anjing rabies menggigit seorang tenaga medis asal Desa Kareke Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu NTB, Senin (30/11/12).
Kasus ini kian marak terjadi disinyalir akibat lemahnya upaya yang dilakukan pemerintah setempat terutama dalam mengeliminasi anjing-anjing yang diduga terkena virus. .
Menanggapi hal itu, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Dompu Provinsi NTB sebagai pihak yang bertanggung jawab terkait persoalan ini menjelaskan, selain vaksinasi, cara efektif lainnya yaitu dengan melakukan eliminasi terhadap anjing yang diduga telah terkena virus rabies dengan terlebih dahulu mengenali gejala-gejala yang ada pada anjing tersebut.
Namun terkait cara itu menurut Kepala Bidang Kesmavet Disnakeswan Kabupaten Dompu, drh Mujahidin saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (01/12/20), langkah eliminasi sangat beresiko dalam mengambil tindakan. Kareba mereka tidak bisa membedakan antara anjing liar dengan peliharaan.
“Kami memang mempunyai hak penuh untuk melakukan eliminasi terhadap anjing yang berkeliaran di jalanan atau di luar pagar peliharaan, tetapi dengan budaya masyarakat Dompu yang tidak jarang melepas anjing peliharaannya di luar pagar, kami khawatir jika anjing yang terkena eliminasi itu adalah hewan peliharaan, tentu itu menjadi hal buruk bagi pemiliknya.” Papar Mujahidin.
Upaya yang terus mereka lekaukan sampai saat ini, yakni mereka menjalin kerja sama dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) untuk melakukan vaksinasi terhadap anjing peliharaan secara gratis. Hanya saja, mereka mengaku terkendala pada pemberian vaksin terhadap anjing liar.
“Lemahnya pelayanan di sektor ini tentu menjadi faktor penyebab bertambahnya jumlah anjing yang terkena virus rabies hingga sekarang,” ungkap Mujahidin.(CR.yy)