LMI Kunjungi dan Serahkan Bantuan pada Korban Banjir Kota Bima

Foto : Tampak Gubernur NTB terpilih, Lalu Muhammad Iqbal (LMI) saat mengunjungi Kota Bima guna menyerahkan bantuan pada korban bencana banjir, Ahad (19/01/25)

Kota Bima. Mediaamanat.com-Gubernur NTB terpilih, Lalu Muhammad Iqbal (LMI) menyempatkan diri bertemu dengan warga terdampak banjir di Kota Bima, Ahad (19/01/25).

Ia sekaligus menyerahkan bantuan hasil donasi sejumlah organisasi pada warga terdampak.

LMI mengatakan, kedatangannya bukan sekadar simbolis, melainkan bagian dari komitmen untuk mencari solusi atas persoalan banjir yang kerap melanda wilayah tersebut.

“Saya datang dalam kapasitas pribadi karena belum resmi dilantik sebagai gubernur. Namun, saya ingin mendengar langsung aspirasi warga dan memastikan bahwa langkah konkret segera diambil,” katany.

Mantan Dubes Turki ini menyoroti persoalan banjir yang terus berulang di Kota Bima. Ia menekankan pentingnya penanganan yang komprehensif dan berkelanjutan untuk mengatasi masalah tersebut.

“Banjir ini sudah seperti langganan. Kita tidak bisa terus membiarkan ini terjadi setiap tahun, ” ucapnya.

“Harus ada solusi permanen yang melibatkan masyarakat dan pemerintah,” sambungnya.

LMI memastikan perhatian terhadap Kota Bima akan setara dengan daerah lain di NTB. Karena semua daerah di Provinsi NTB butuh perhatian yang sama.

“Saya ingin menunjukkan bahwa Bima adalah bagian penting dari NTB. Saat mendengar musibah ini, meski saya berada di Jakarta, hati saya tetap bersama saudara-saudara di sini,” ungkapnya.

LMI menyerahkan bantuan dari berbagai pihak, termasuk Permabudi, INTI NTB, dan Universitas Gogo Rancah. Ia berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga meskipun jumlahnya terbatas.

“Saya tahu bantuan ini mungkin belum cukup besar, tapi saya berharap ini menjadi awal untuk menunjukkan kepedulian kita semua,” katanya.

Selain itu, LMI mengungkapkan harapannya agar wali kota terpilih segera dilantik sehingga koordinasi penanganan banjir bisa lebih maksimal.

“Jika banjir terjadi hingga lima kali dalam setahun, kita harus bekerja keras untuk menguranginya secara bertahap hingga benar-benar teratasi,” tandasnya. (*/mr)

 

Related post